Oleh : Gunung Hutapea, Kabid OK MPN Pemuda Pancasila
Tidak dapat dipungkiri, bahwa menyerahkan tatanan ekonomi dan perdagangan kepada Pasar adalah Keputusan Politik. Hal ini diawali melalui Amandemen UUD 1945. Keputusan tersebut konon didalangi kaum liberalis dalam negeri dan global. Mereka itu mendewakan demokrasi sebagai sumbu kehidupan pada hal belum tentu cocok dengan kultur masyarakat Indonesia untuk diterapkan baik dibidang sosial, politik maupun ekonomi.
Hal ini dapat dibuktikan bahwa Pasca Amandemen kehidupan sosial, politik dan ekonomi tidak menentu dan terus menjadi polemik, dan lebih parahnya lagi, polemik yang terjadi justru dikobarkan kalangan yang menghendaki liberalisme itu sendiri. Mereka menyulut api kemarahan masyarakat dengan terus menerus menyalahkan pemerintah. Yang paling menyedihkan harus diakui bahwa dibalik semua itu ada agenda yang terselubung berkeinginan menjatuhkan atau sedikitnya memberi citra kegagalan kepada Pemerintah dibawah kepemimpinan Jokowi. Perlu direnungkan oleh seluruh komponen bangsa untuk menyadari bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang sangat menjunjung tinggi nilai persaudaraan, toleransi, silaturrahmi dan gotong royong (sosialistik).
Barangkali tidak ada salahnya untuk mengkaji ulang seluruh ketentuan perundangundangan, kebijakan dan arah yang ada saat ini untuk kembali kepada jati diri bangsa dan negara yang berkehendak untuk Melindungi Segenap Bangsa dan Tanah Air, Memajukan Kesejahteraan Umum, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Serta Turut Memelihara Ketertiban Dan Perdamaian Dunia. Masyarakat menunggu itikad, komitmen dan tekad seluruh pemimpin, tokoh, cerdik pandai dan para aktivis muda untuk merumuskan ikhtiar tulus demi menuju masyarakat Adil Dan Makmur, seraya menghindarkan perilaku saling menyalahkan, saling curiga dan berebut kuasa semata, biarlah Presiden Jokowi dan jajarannya menyelesaikan tugasnya sambil mempersiapkan Pemilu 2014 yang nantinya diharapkan bisa berjalan lancar, damai, sejuk dan jauh dari prahara politik.
“PANCASILA ABADI” “SEKALI LAYAR TERKEMBANG, SURUT KITA BERPANTANG”.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan