JAKARTA – Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA 212) Novel Bamukmin menilai manuver Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang mendukung menunda Pemilu jelas-jelas mencari posisi zona aman.
Yakni, agar kasus dugaan suap pengucuran Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID) di Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) atau yang lebih dikenal dengan kasus ‘Kardus Durian’ dengan menyeret Cak Imin itu tetap aman.
“Cak imin dalam dukungannya untuk menunda Pemilu jelas mencari posisi zona aman agar kasusnya dugaan korupsinya berkenaan dengan kardus durian bertambah panjang masa amannya,” tegas Novel, hari ini.
Diketahui, Perkara yang lebih dikenal dengan kasus ‘kardus durian’ itu, berawal dari giat operasi senyap KPK pada 25 Agustus 2011. Saat itu, komisi antirasuah berhasil menangkap dua anak buah Cak Imin. Keduanya ialah Sekretaris Direktorat Jendral Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, I Nyoman Suisnaya dan Kepala Bagian Perencanaan dan Evaluasi Program Kemenakertrans, Dadong Irbarelawan.
Selain itu, lanjut Novel, agar semakin mendapat jaminan agar kasusnya dipeti es kan dan rakyat semakin lupa soal perkara hukum kardus duren yang pernah digarap oleh lembaga antirasuah.
“Masih berharap dan dapat dukungan serta ada kesempatan menjadi cawapres kembali,” ujarnya.
Novel sepakat jika KPK mengusut kembali kasus kardus duren dengan memeriksa kembali Cak Imin soal kasus duriangate itu tanpa pandang bulu.
“Benar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan