by

Tudingan Mardigu soal Konspirasi Covid Dibantah Sandiaga !

-Nasional-4,004 views

JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang menyerang dunia, termasuk Indonesia dianggap sebagai konspirasi global oleh pebisnis Mardigu Wowiek Prasantyo. 

Pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno langsung membantahnya. Ia mengaku, tidak setuju dengan teori konspirasi yang dilontarkan Mardigu tentang penyebaran Covid-19. Sandiaga yang kenal dekat dengan Mardigu, menyebut, apa yang disampaikan rekannya tersebut tidak lebih sebagai pandangan out of the box.

Menurut Sandiaga, Mardigu mempunyai fan base di dalam maupun luar negeri, yang menyukai soal teori konspirasi tentang lahirnya virus corona. Hanya saja, ia kurang sependapat dengan analisis itu, lantaran Covid-19 faktanya menyerang semua negara tanpa terkecuali.

“Saya sudah kehilangan kerabat dekat, saudara saya atlet Lukman Niode, dia kan dadanya kuat, atlet renang nasional, representatif di Olimpiade, tumbang juga tuh dengan Covid-19,” kata Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga juga kehilangan salah satu teman baik akibat terkena Covid-19, yaitu wali kota Tanjungpinang, Syahrul pada 28 April 2020. Padahal, beberapa waktu sebelum meninggal, Syahrul masih menyempatkan diri menemui Sandiaga di kantor Recapital, Jakarta Selatan. “Ini saudara saya tumbang. Saya pribadi tak percaya ini konspirasi, menurut saya beberapa indikasi terutama mengenai Covid-19 untuk pembenaran semuanya,” kata Sandiaga.

Calon wakil presiden (cawapres) tersebut mengatakan, ia mendapat informasi, datangnya pandemi Covid-19 malah ada yang menyalahgunan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Padahal, perusahaan tersebut kondisinya sudah buruk dan perlu diperbaiki secara internal.

Namun, gara-gara virus corona menerjang Indonesia, akhirnya tidak sedikit perusahaan yang melakukan PHK karyawannya dengan berlindung faktornya dipicu pandemi. “Ada mereka yang berlindung di balik Covid-19 itu. Jadi pandangan saya itu tidak ada konspirasi soal Covid-19,” ucap Sandiaga.

Sementara itu, pakar biologi molekuler Indonesia, Ahmad Rusdan Handoyo Utomo juga angkat suara. Ia menyebut orang-orang yang mengatakan bahwa virus corona merupakan buatan China atau buatan AS seharusnya dapat membuktikan ucapannya.

“Prinsipnya kalau kita sebagai ilmuwan, justru beban pembuktiannya ada pada yang menuduh. kata Ahmad.

Dia menyampaikan, apa yang disampaikan Mardigu di YouTube tersebut hanyalah spekulasi. Salah satunya terkait perlawanan di bidang farmasi AS.

Ahmad yang juga pernah tinggal di AS selama 17 tahun melihat bahwa secara umum memang masyarakat AS terbelah, dibagi menjadi beberapa kelompok. Ada masyarakat yang sangat kaya, ada juga kelompok masyarakat dengan perekonomian biasa saja.

“Kenapa Obama Care sempat diperjuangkan, karena 30 juta warga Amerika itu enggak punya asuransi. Cuma masalahnya, asuransi yang model Obama Care itu mahal banget. Sehingga, Partai Republik yang intinya enggak mau dipajakin lebih mahal lagi, mereka menolak,” kata Ahmad.

“Jadi ini intinya masalah klasik di bidang kesehatan (AS) dan enggak ada hubungannya sama virus. Itu jauh banget,” imbuhnya.

Selain itu, Ahmad juga mengatakan tidak ada hubungannya dunia farmasi dengan virus, seperti yang disampaikan Mardigu.

Comment

News Feed