JAKARTA – Kelompok massa mengatasnamakan diri Kesatuan Aksi Milenial Indonesia (KAMI) menggelar aksi unjuk rasa di bilangan Tugu Proklamasi.
Dalam aksinya, mereka menyatakan penolakan terhadap deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia yang dipimpin oleh Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin.
Menurut mereka, deklarasi KAMI versi Din Syamsuddin hanya untuk memprovokasi masyarakat dan memecah belah bangsa untuk membenci pemerintah saja.
“Deklarasi yang dilakukan oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia merupakan bentuk kebencian terhadap pemerintah yang sah,” kata Koordinator Aksi, Ali Ibrahim, Selasa (18/8/2020).
Kata mereka, kegiatan deklarasi tersebut cenderung tidak mengindahkan physical distancing sebagai wujud upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 juga disorot oleh mereka.
Kemudian, Ali juga meminta pertanggungjawaban Gubernur Anies Rasyid Baswedan yang memberikan ijin kegiatan deklarasi tersebut.
“Kami meminta pertanggungjawaban Gubernur Jakarta atas ijin diselenggarakannya deklarasi KAMI yang bertentangan dengan Peraturan Gubernur tentang penanganan Pandemi Covid-19,” ujarnya.
Selain itu, kata Ali, para peserta deklarasi KAMI tidak menghormati instruksi Gubernur DKI yang meminta agar masyarakat menghindari kerumunan massa.
“Massa KAMI tidak menghargai instruksi Anies soal larangan kerumunan massa ditengah pandemi. Dan Gubernur harus bertanggungjawab juga dengan munculnya cluster covid baru di Tugu Proklamasi,” imbuhnya.
Perlu diketahui, bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan telah mengeluarkan seruan Gubernur Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan / Perlombaan dalam Rangka Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 Tahun 2020 tertanggal 13 Agustus 2020.
Berikut adalah isi lengkap seruan gubernur tersebut :
SERUAN GUBERNUR DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 14 TAHUN 2020 TENTANG PELAKSANAAN KEGIATAN/PERLOMBAAN DALAM RANGKA PERAYAAN HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE-75 TAHUN 2020
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, dengan mempertimbangkan penyebaran wabah COVID-19 yang masih terjadi di wilayah DKI Jakarta, maka diserukan kepada seluruh masyarakat di DKI Jakarta untuk:
1. Tidak menggelar acara perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dalam bentuk yang menyebabkan terjadinya kerumunan atau pengumpulan massa, termasuk tirakatan, perlombaan, hiburan musik dan lain sebagainya.
2. Melakukan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dari rumah masing-masing bersama keluarga.
3. Harus selalu mengikuti dan menaati protokol kesehatan dalam melakukan kegiatan dekorasi rumah, kampung, tempat kerja dan lain sebagainya, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
4. Mengawal secara bersama-sama pelaksanaan protokol kesehatan di seluruh wilayah DKI Jakarta dengan ikut mematuhi dan saling mengingatkan sesama warga di setiap waktu dan kegiatan.
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dalam masa wabah kali ini tidak akan berkurang maknanya walau tanpa tradisi perayaan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Momen 17 Agustus kali ini harus menjadi penyemangat bagi kita dalam berjuang melawan penyebaran wabah COVID-19.
Semoga Allah SWT merahmati Kota Jakarta dan melindungi kita semua.
Demikian Seruan Gubemur ini untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 13 Agustus 2020
Spanduk Poster Makzulkan Jokowi Bertebaran di Deklarasi KAMI
Sejumlah tokoh hadir di Tugu Proklamasi untuk mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Di tengah-tengah kegiatan itu, muncul banner, poster dan stiker dengan narasi untuk memakzulkan Presiden Joko Widodo.
Selanjutnya, ada tulisan ‘Tolak RUU Omnibus Law Makzulkan Jokowi & Tolak RUU HIP, #JokowiMundur Makzulkan.
Sementara itu, berdasarkan pantauan juga di lokasi acara deklarasi, tampak mantan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais dan putranya Hanafi Rais. Hanya saja, keduanya tak maju bersama dengan para tokoh deklarator KAMI di mimbar Tugu Proklamasi, mereka hanya duduk-duduk saja dikawal oleh Ansufri Idrus Sambo.
“Sebelumnya, kami mendapat informasi Bapak Reformasi Indonesia, Bapak Profesor Doktor Haji Muhammad Amien Rais telah hadir juga ditempat ini,” kata pembawa acara Najamuddin Ramli.
Selain Amien, hadir pula Siti Hediati Heriyadi alias Titiek Soeharto, putri Presiden kedua RI Soeharto dan Meutia Hatta Putri Proklamator Kemerdekaan RI M Hatta.
“Bapak Reformasi Indonesia 1998, ayahanda kita Profesor Doktor Haji Muhammad Amien Rais telah hadir ditempat ini. Juga tadi telah hadir Ibu Titiek Soeharto, Doktor Meutia Hatta, Putri Proklamator Muhammad Hatta, telah hadir disini,” ungkap Najamuddin.
Beberapa waktu sebelumnya, Amien juga telah menyarankan Jokowi agar mundur dari jabatannya apabila merasa tidak berkompeten sebagai Presiden.
“Saya tulis risalah yang menunjukkan bahwa enam tahun Pak Jokowi jadi Presiden semuanya merosot, tak terbantahkan. Apalagi, Papua menurut saya sekarang sudah sangat eksklusif. Jadi menurut saya, Pak Jokowi memang enggak punya kompetensi, ya resign,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan