by

Efektivitas New Normal Tergantung Kesadaran Publik

-Nasional-3,432 views

JAKARTA – Pemerhati Sosial sekaligus Ketua PCNU Kota Depok, Drs. KH. Achmad Solechan, Lc. mengatakan pandemi di dunia sudah terjadi sejak lama, beragam pandemi telah muncul mulai dari colera, cacar flu burung, yang lebih mirip dengan Covid-19 adalah flu spanyol pada tahun 1918. Pandemi itu hampir mirip kondisinya seperti sekarang, namun suasananya berbeda, dan dalam konteks hilirisasi berbeda. Wabah Covid-19 secara penyebaran terjadi di hampir seluruh wilayah di dunia. Namun hal ini tidak perlu disikapi oleh masyarakat secara berlebihan.

“Negara Indonesia dianggap mampu menghadapi Covid-19, data yang didapatkan bahwa jumlah kasus yang terjadi tidak separah dengan negara-negara lain. Indonesia mampu memilih jalan yang terbaik dengan tidak melockdown, dan infrastruktur kesehatan seperti kesiapan rumah sakit, tenaga medis, relawan, sampai dengan dampak sosial ekonomi, cenderung lebih siap,” ujarnya.

Hal itu dia sampaikan dalam Talk Show Bincang Velox bertema “Efektivitas Kebijakan New Normal”, pada 29 Juni 2020.

Dikatakannya, hal ini juga berkat doa-doa pendahulu yang membuat Indonesia relatif mampu bisa melewati ujian pandemi ini, dan siap melewati pandemi.

“Kebijakan new normal dinilai tepat, pilihan new normal harus disikapi secara cerdas. Hal ini merupakan campur tangan tuhan untuk dunia yang kita harus lalui, kita harus terima tidak boleh panik, dan tetap harus tetap cerdas untuk menykapinya,” tegasnya.

New normal merupakan tatanan hidup baru dimana masyarakat harus mengikuti protokol kesehatan. New normal merupakan pemulihan upaya untuk pemulihan ekonomi dan pemulihan hak-hak masyarakat. Ini yang perlu dipahami oleh masyarakat. Dalam menghadapi new normal perlu kesadaran bersama menghadapi virus corona. Kita jangan lengah menghadapi virus corona. Kemudian perlu ada keteladanan, antara pemimpin negara, tokoh negara dan masyarakat.

“Keteladanan itu merupakan hal yang penting, selain itu pemimpin di daerah juga sudah melakukan apa yang harus dilakukan untuk menghadapi virus corona,” ungkap Ahmad.

Selanjutnya, Ahmad mengatakan, pihaknya perlu sadari virus corona telah membuka mata dan perlu mengambil hikmahnya secara kemanusiaan menyadarkan manusia bukanlah siapa-siapa. Dengan adanya virus corona, lebih dekat dengan Tuhan, dekat dengan keluarga. “Virus corona sudah mengingatkan kita saling bergotong royong, negara sudah memaksimalkan sebaik mungkin, tapi kita perlu kesadaran untuk bergotong royong dalam kemanusiaan,” ucapnya.

Untuk itu, lanjut dia, pemerintah agar dapat menyadari dan mendampingi warganya, jangan lagi ada pendekatan yang tidak tepat sasaran.

“Apabila pemerintah memberikan keteladanan, saya yakin masyarakat akan ikut kebijakan pemerintah,” tegas Ahmad.

Selain itu, Ahmad berpesan agar tetap menjaga kedisiplinan dalam menyikapi virus corona, pemerintah tidak boleh berhenti dan lengah dalam menangani corona. Pemerintah melalui gugus tugas yang berada di garda terdepan untuk mengingatkan masyarakat agar terus mengikuti protokol kesehatan.

“Contoh, di tempat-tempat publik protokol kesehatan masih belum maksimal, seperti sabun cuci tangan habis di kelurahan, agar pemerintah menganggap hal ini secara serius dan secara disiplin memberikan contoh yang baik di tingkat pemerintah paling bawah untuk memberikan keteladanan melalui penerapan protokol kesehatan,” tukasnya.

Comment

News Feed