by

Geram soal Pembatalan Stop Operasi Bus AKAP, Syarief: Sumpah Rakyat Bingung, Negara Harus Ikut Jokowi atau Luhut ??

-Polhukam-15,466 views

JAKARTA – Ketua Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Jakarta Raya Syarief Hidayatulloh geram dengan langkah Menteri Luhut Binsar Panjaitan soal pembatalan rencana DKI menyetop operasi Bus AKAP (Antar Kota antar Provinsi).

Syarief menyebut rakyat saat ini menjadi bingung dengan keputusan Luhut yang membatalkan kebijakan Pemprov DKI dalam rangka meminimalisir berkembang biaknya virus Corona. Padahal, Presiden Jokowi sudah meminta tegas kepada Pemda untuk mencegah mudik dini.

“Respon cepat oleh DKI lalu akhirnya dibatalkan oleh Pak Luhut soal stop operasi Bus. Rakyat bingung kan, bagaimana visi misi Presiden malah dibatalkan oleh Menterinya sendiri,” tegas Syarief.

“Presidennya siapa sich sebenarnya. Negara harusnya ikut Bapak Jokowi atau Pak Luhut. Sumpah rakyat bingung,” kata dia lagi.

Dia menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai membuat kebijakan sungsang dan kacau balau. Syarief pun mempertanyakan keseriusan pemerintah menyelamatkan nyawa rakyat atas pandemi Corona yang semakin meresahkan.

“Ini pemerintah niat menyelamatkan apa sebenarnya. Warga dihimbau tak mudik, tapi Pak Anies mau batasi operasi bus AKAP, lalu dibatalkan Pak Luhut!! Ini nggak nyambung sama sekali. Katanya pembatasan sosial berskala besar tapi kenapa pembatasan bus AKAP dibatalkan Luhut. Kan aneh,” jelasnya.

Syarief mengatakan pemikiran Luhut yang melakukan pembatalan tersebut justru berbanding terbalik dengan langkah serius Presiden Jokowi dalam mencegah penyebaran Corona.

“Harusnya prioritaskan dulu, takutnya virus dari DKI dibawa pergi ke luar kota,” pungkasnya.

Comment

News Feed