by

Pernyataan Anies Dituding Provokatif

-Polhukam-497 views

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mendapatkan informasi mengenai jumlah korban tewas dari aksi semalam menjelang 22 Mei 2019. Ada 6 korban tewas.

“Korban sejauh ini ada 6 korban meninggal,” kata Anies di RS Tarakan, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Direktur Movement Circle Abdullah Kelrey pun bereaksi dengan pernyataan mantan Menteri Jokowi tersebut. Kata pria yang akrab disapa Dullah ini, celotehan Anies dituding terlalu provokatif terlebih informasi tersebut tidak dilakukan cek dan ricek.

“Ini gak bener. Mestinya Gubernur sebagai penguasa wilayah DKI Jakarta, bicaranya menenangkan warga bukan sebaliknya. Harusnya cek dulu sebelum disampaikan ke publik,” ungkap Dullah, hari ini.

Lebih lanjut, Dullah justru memberikan pesan agar Anies bisa menyampaikan himbauan-himbauan agar pengunjuk rasa bisa tenang. Lanjut, kata Dullah, para demonstran yang notabene dulu pendukungnya bisa diminta kembali ke kediamannya masing – masing tanpa melakukan aksi anarkis.

“Massa aksi yang datang dari daerah pulang ke daerah masing – masing, di kampung – kampung jaga keamanan biar Jakarta tenang, aman dan aktifitas normal kembali. Ingat jangan keluarkan provokatif,” bebernya.

Lebih jauh, Dullah menegaskan bahwa pernyataan Anies bisa memperpanjang konflik, bukan mencari solusi.

“Anies harusnya bisa meredam dan mengajak para demonstran itu mengikuti aturan-aturan penyampaian aspirasi di muka publik. Kan ada UU nya, Anies masa tutup mata. Juga mengganggu aktivitas umum,” tandasnya.

Comment

News Feed