by

May Day 2019, Ribuan Buruh FSB Nikeuba KSBSI Merahkan Palembang

-Ekonomi-860 views

Palembang – Ribuan buruh tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Niaga Informatika Keuangan dan Perbankan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB Nikeuba KSBSI Palembang) merayakan pesta hari buruh sedunia (May Day) 2019 dengan turun ke jalan.

Mereka menggunakan kendaraan bermotor dan mobil itu berkumpul di jantung kota Palembang (BKB) dengan menggunakan atribut warna merah dan bergerak ke arah kantor Gubernur dan kantor DPRD Provinsi. Juga membentangkan spanduk dan poster yang berupa tuntutan di antaranya, Tolak Outsoursing, Tolak Sistem Kerja Kontrak, Tolak PP 78 dan tuntutan atas penegakan hukum dibidang ketenagakerjaan yang belum berjalan maksimal.

Ketua FSB Nikeuba KSBSI Sumsel Hermawan menyatakan May Day merupakan peringatan tragedi kemanusiaan dan sebagai hari bersejarah atas meninggalnya ratusan pahlawan buruh yang pada akhirnya dapat mengubah peradaban atas jam kerja diseluruh dunia. Lanjut dia, dampak dari perlawanan tersebut juga dirasakan kaum buruh di Indonesia.

“May day merupakan simbol perlawanan dan perjuangan, maka akan kontradiktif apabila tragedi kemanusiaan atas meninggalnya ratusan buruh tersebut dirayakan seperti layaknya pesta,” ungkap Hermawan.

Dikatakan dia, sebagai kaum buruh sejatinya dapat berpikir kritis atas sejarah mayday tersebut untuk dijadikan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan. May day bukanlah bersuka cita seperti merayakan pesta konser atau ulang tahun. Apalagi kondisi saat ini masih sangat tidak relevan karena faktanya masih banyak terjadi carut marut penegakan hukum dunia ketenagakerjaan, sehingga masih menjadi momok yang menakutkan bagi buruh.

“Sejatinya kepastian hukumlah merupakan landasan bernegara yang sangat diharapkan seluruh buruh,” jelas dia lagi.

Maka itu, dia menyerukan untuk gelorakan semangat perlawanan dan merahkan Palembang.

“Kita rebut hak kita, kalau tidak sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi,” tambah dia.

Sementara itu, Koordinator Wilayah KSBSI Sumatera Selatan Ali Hanafiah dalam orasinya menekankan bahwa Pengawas Ketenagaakerjaan dan PPNS mandul dalam penegakan pidana ketenagakerjaan. Katanya, seluruh laporan pidana ketenagakerjaan belum ada satu pun yang P-21 atau naik ke Kejaksaan.

“Apalagi sampai ke Pengadilan, kita juga akan minta kepada Kapolda untuk membahas masalah ini agar kedepan ada sinergi antara pihak Kepolisian dengan dengan PPNS sehingga kasus pidana ketenagakerjaan dapat dijalankan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, aksi tersebut berjalan aman, tertib di bawah pengamanan pihak Kepolisian, setelah perwakilan buruh di terima oleh DPRD Propinsi Sumsel.

Comment

News Feed