by

VIDEO: Hendak Aksi Dukung KPU, BEM Nasional Dihadang & Diusir Emak-Emak 02 ! Anti Kritik ??

-Polhukam-814 views

JAKARTA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Nasional
menggelar aksi dukungan ke KPU RI, Jumat (26/4/2019).

Sayangnya, aksi apresiasi terhadap KPU yang berhasil menyelenggarakan Pemilu dengan aman dan damai itu justru mendapatkan penghadangan dan penolakan. Pasalnya, saat massa hendak tiba di lokasi KPU, kelompok emak-emak pendukung 02 didukung pemuda berseragam ormas memaksa mahasiswa untuk membubarkan diri sebelum aksi dilakukan.

“Awalnya kami menggelar longmarch dari Taman Suropati hendak menuju KPU, tapi sampai di perempatan barisan massa BEM Nasional dihadang emak-emak menyuruh kami bubar. Secara kasar berbarengan dengan spanduk dan poster yang dibawa massa BEM Nasional dirampas mereka,” ungkap Koordinator aksi Ahmad Fahmi.

“Bubar kalian, pulang kalian, balikin uang ke senior kalian….,” teriak mereka brutal.

Menurut Fahmi, perlakuan emak-emak justru menampakkan wujud aslinya yang anti kritik dan anti demokrasi. Katanya, tidak sesuai dengan sikap mereka yang suka mengkritik dan menjunjung demokrasi, ternyata faktanya mereka anti kritik dan anti demokrasi.

“Omdok, mereka hanya bisa ngomong tapi tidak bisa menjalankan. Katanya demokrasi tapi memberangus perbedaan pendapat,” sesal Fahmi.

Menurut dia, akal sehat gerakan mereka akan terus menjungjung tinggi proses sampai penetapan KPU pada 22 Mei 2019. Lanjut Fahmi, bahwa di beberapa pekan ini masyarakat di suguhi oleh ajakan-ajakan dari para elit politik yang ingin menjatuhkan dan menarik perhatian untuk mempercayai penyelengara pemilu, serta menjadi kan KPU sumber kecurangan dan mencoba medeligitimasinya.

“Kami sebenarnya ingin menyampaikam kepada elit-elit bangsa dan negara dapat tenang jangan gerasak-gerusuk. Kita masyarakat dan mahasiswa sepenuhnya percaya terhadap penyelenggaraan Pemilu oleh KPU. KPU sendiri sudah menyelengarakan pemilu serentak dengan damai dan aman,” sebutnya.

Fahmi menambahkan bahwa sistem demokrasi yang telah di amanahkan kepada KPU melalui Undang-Undang, jangan di rusak dengan hasutan-hasutan people power oleh oknum-oknum yang berambisi merebut kekuasaan.

“People Power hanya akan merusak dan rakyat menjadi korbannya. Kita BEM Nasional hanya mempunyai satu (1) pilihan yaitu menyakini integritas, kredibilitas KPU karena dialah kelembagaan resmi penyelengara pemilu,” pungkasnya.

Comment

News Feed