by

Dandim Jakpus: Perbedaan Itu Keniscayaan

JAKARTA – Komandan Kodim 0501 Jakarta Pusat, Letkol Inf Wahyu Yudhayana mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas dalam menyambut pemilu 2019.

Menurutnya, perbedaan pilihan dan pandangan politik adalah hal yang wajar di Indonesia. Bahkan ia menegaskan jika Indonesia ada karena adanya perbedaan.

“Prinsipnya dari awal kita sudah berbeda. Perbedaan itu keniscayaan. Diterima atau tidak, Indonesia sejak berdiri takdir kita gak ada yang sama. Bahkan negara ini bisa merdeka karena diawali daro perbedaan di bangsa ini,” kata Letkol Inf Wahyu dalam istighosah dan deklarasi menolak hoax, ujaran kebencian, radikalisme dan politisasi tempat ibadah yang digelar oleh Generasi Muda Muslim Indonesia (GMMI) Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019).

Karena perbedaan adalah keniscayaan, maka ia pun mengajak masyarakat untuk lebih mengedepankan rasa bijaksana dalam menyikapi perbedaan tersebut.

“Makanya kita harus bijaksana menyikapi perbedaan untuk menghargai para pejuang kita. Bagaimana perjuangan para tokoh agama untuk kesampingkan perbedaan itu. Tapi kenapa setelah kita merdeka malah kita persoalkan perbedaan itu,” tuturnya.

Bahkan perbedaan itu dikatakan Letkol Wahyu tidak hanya berada di antar suku dan bangsa saja, bahkan sekalipun di dalam satu agama tertentu pasti ada perbedaan terjadi. Dan lagi-lagi ia katakan itu hal yang wajar.

“Gak usah beda agama, satu agama saja kita pasti berbeda. Itu lumrah,” lanjutnya.

Maka dari itu, ia pun meminta agar pemilu dapat berjalan dengan baik dan lancar serta tidak adanya persoalan yang berarti yang bisa memecah antar sesama anak bangsa.

“Siapapun pilihan politik kita jangan membuat kita terpecah belah,” tegas Letkol Wahyu.

Terakhir, dalam deklarasi yang digelar oleg GMMI bersama Majelis Talim di kawasan Rusun Karet Benhill itu, Letkol Inf Wahyu mengingatkan bahwa yang terpenting bukan deklarasi dan seremonialnya, melainkan aksi nyata yang dilakukan pasca deklarasi.

“Yang penting bukan deklarasinya dan seremoninya tapi yang penting adalah aksinya,” pungkasnya.

“Harapan saya, pemilu kita laksanakan dengan baik,” tutup Letkol Wahyu.

Sementara dalam kesempatan terpisah, Ketua GMMI, Muhammad Yuda Pratama menyatakan bahwa pihaknya akan terus menggelorakan semangat untuk memerangi politisasi tempat ibadah, berita hoax, radikalisme dan ujaran kebencian di seluruh penjuru Indonesia.

“Kami berkomitmen akan terus melakukan kegiatan deklarasi tolak politisisasi tempat ibadah, berita hoax dan radikalisme se Indonesia,” tegas Yuda.

“Insya Allah sebagai generasi muda yang peduli dengan keutuhan bangsa, kami akan mempererat keutuhan bangsa,” tutupnya.

Comment

News Feed