by

Relawan Prabowo: Stop Sebar Hoaks Jelang Pilpres 2019

-Polhukam-330 views

JAKARTA – Relawan Prabowo – Sandiaga Uno yang tergabung dalam Sahabat Prabowo – Uno (Prabu) berkomitmen untuk meminta kepada pasangan Capres dan Cawapres, tim Sukses, relawan serta simpatisan masyarakat untuk menghindari politisasi suara. Presidium Sahabat Prabu Zulfian Syahyudi Rehalat menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memproduksi dan menyebarkan konten-konten berita informasi bohong atau ‘HOAX’ serta ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

“Stop sebar hoaks, sara dan ujaran kebencian yang bisa memecah belah persatuan bangsa,” ungkap Zulfian, hari ini.

Lebih lanjut, Zulfian berpesan kepada TNI dan Polri, masyarakat dan semua pihak terkait, untuk bersama-sama menjaga perdamaian, keamanan dan ketertiban demi mensukseskan Pemilu damai tanpa hoaks. Serta mendukung aparat penegak hukum untuk menyelesaikan persoalan kasus kebohongan Ratna Sarumpaet secara profesional adil dan tidak mempolitisi kasus tersebut.

“Demokrasi Indonesia dapat menciptakan persatuan dan keutuhan anak bangsa, ditengah panasnya menjelang konstestasi Pilpres 2019, sesuai amanah konstitusi dan Pancasila,” kata Zulfian.

Diketahui, Sahabat Prabu merupakan wadah para insan demokrasi yang mengedepankan aspek intelektual, karena kami berlatar belakang mantan aktivis, Mahasiswa, bersepakat untuk memerangi hoax dan ujaran kebencian, untuk menghadapi Pemilu 2019 mendatang.

Zulfian mengakui bahwa akhir tahun 2018 di media sosial, mulai banyak bermunculan berita palsu yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, apalagi menjelang kontestasi Pemilu 2019 mendatang. Banyak sekali masyarakat yang disuguhi berita hoaks karena ketidaktahuan mereka.

“Kami Sahabat Prabu hadir untuk memberikan pemahaman dan edukasi untuk memerangi hoaks dan ujaran kebencian tersebut,” terang Zulfian.

“Demokrasi terlalu rendah bila selalu di isi dengan kampanye yang berkonten hoaks hanya untuk meraup suara dari masyarakat demi kemenangan dalam kontestasi demokrasi Pileg dan Pilpres 2019 mendatang,” tandasnya.

Comment

News Feed