Jakarta – Penggerak gerakan hastag 2019GantiPresiden Neno Warisman diingatkan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan YME ketimbang melakukan kegiatan yang memicu konflik yang tak bermanfaat.
“Sudahlah Bu Neno sebaiknya anda lebih dekat dengan Tuhan daripada melakukan kegiatan yang memicu potensi perdebatan atau konflik yang tidak bermanfaat,” demikian disampaikan peneliti Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Mesie.
Hal itu mengemuka saat diskusi media bertema “Gerakan #2019GantiPresiden: Upaya Inkonstitusional Mengganti Presiden??” yang digagas oleh Kaukus Muda Indonesia (KMI) di Gedung Joeang 45 Menteng Jakarta Pusat, Selasa (28/8/2018).
Lebih lanjut, Jerry menyarankan agar Bawaslu bisa bekerjasama dengan pihak Kepolisian untuk menangani polemik gerakan ini.
“Gerakan 2019GantiPresiden akan menimbulkan chaos dan masyarakat pun menjadi galau. Situasi kamtibmas pun menjadi terganggu,” tuturnya.
Lebih jauh, Jerry menceritakan persamaan hastag 2019GantiPresiden di Indonesia dengan gerakan ganti Presiden di Suriah pada tahun 2011. Gerakan di Suriah dimulai dari ujaran kebencian kepada pemerintah dan kini hal yang sama terjadi di Indonesia.
Jerry juga mengkritisi kesalahan fatal perbendaraan bahasa pada gerakan #2019gantipresiden. Harusnya, memakai kata “Kami Mau 2019 Presiden Baru”.
“Secara etimologis ada kesalahan fatal dalam berbahasa,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan