Jakarta – Musyawarah Besar ABDI RAKYAT ke I mengapresiasi komitmen dan mengucapkan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mengikuti perhelatan Pilpres 2019 sehingga tetap fokus pembenahan di DKI Jakarta menuju maju kotanya bahagia warganya.

“Kami merekomendasikan kepada Gubernur DKI Jakarta untuk memilih Wakil Gubernur yang memiliki visi misi yang sama, bersih dari korupsi, berkomitmen untuk membuka ruang dialog /partisipasi rakyat, menghadirkan keadilan sosial bagi warga Jakarta,” ungkap Ketum Abdi Rakyat Mohamad Huda, dalam pesan rilisnya, hari ini.

Lebih lanjut, Huda mengatakan pihaknya juga merekomendasikan kepada Gubernur DKI Jakarta agar segera melakukan pembenahan dan mereformasi birokrasi guna meningkatkan kinerja satuan daerah terhadap pelayanan publik.

“Abadi Rakyat memastikan kegiatan prioritas pemerintah DKI Jakarta bisa segera terealiasi,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa organisasi Abdi Rakyat adalah sebuah perkumpulan, dari berbagai macam individu dengan latar belakang keinginan cita-cita dan harapan yang sama, awal titik pembangunan Abdi Rakyat tentunya bukan terjadi begitu saja atau mengalir tanpa adanya suatu keinginan yang sama tentang masa depan dan cita-cita yang sama.

Yaitu lepas dari segala macam ketidakadilan, ketimpangan sosial, penindasan dengan cara menggusur masyarakat serta kesewenang-wenangan dalam cara menggunakan kekuasaan di Ibu kota Jakarta untuk melakukan penindasan melemahkan dan mengorbankan orang orang kecil hanya untuk golongan masyarakat kelas atas.

“Padahal masyarakat kecil adalah satu komponen masyarakat yang juga mempunyai hak yang sama untuk kelangsungan hidup mereka. Sama-sama dalam satu wadah masyarakat perkotaan dalam tengah kota atau pinggiran kota,” jelasnya.

Dia pun berharap agar pemimpin hari ini dan seterusnya adalah pemimpin yang memerdekakan dan memenangkan hajat hidup orang banyak. Pembangunan dan penyatuan individu penggerak Abdi rakyat adalah benar-benar proses perjalanan panjang karena pada waktu itu masyarakat miskin pinggiran dan kampung kumuh hampir setiap hari di hantui mimpi buruk yaitu gusuran dan desingan suara buldozer selalu saja menghiasi berita.

“Lagi-lagi kampung kumuh di lenyapkan dengan alasan keindahan dan ketertiban. Di situlah darah perjuangan kami bangkit bergelora,” tuturnya.

Pihaknya berkumpul penyatuan pikiran dan jiwa-jiwa berlawan pada pemimpin yang zolim yang sembarangan menindas kelangsungan hidup masyarakat kecil.

“Salah satu cara kami adalah mengganti pemimpin yang tidak baik dengan cara#cara baik yaitu mendorong tokoh untuk di dorong pada perhelatan pemilihan gubernur dan wakil gubernur pada priode 2017 sd 2022 yang tentunya adalah pemimpin yang lahir dari gerakan yang sama yaitu pemimpin yang tidak menindas dan melemahkan orang kecil,” pungkasnya.

Temukan juga kami di Google News.