Jakarta – Jelang aksi simpatik 55 alumni 212 “GNPF MUI” long march masjid Istiqlal menuju Mahkamah Agung (MA) kembali beredar pesan Whatsapp yang sengaja merekayasa percakapan Kapolri Jenderal Pol Drs. H. M. Tito Karnavian terkait wacana demo tersebut.

Dalam pesan mengarah fitnah dan hoax itu kini beredar viral di media sosial. Adapun dalam percakapan itu tertulis :
Rencana untuk gagalkan aksi 505 apa ini pak Tito?
Tangkap saja korlapnya H-1 acara.

Tapi kalau acaranya tetap berjalan bagaimana pak ?
Bikin pengalihan, dgn bom panci misalnya atau masukan infiltran kita untuk buat kerusuhan.

Yang sudah2 juga strategi itu gagal pak, bagaimana dong?
Ya bikin konflik jorizontal umat Islam kek, atau apa kek, kan banyak tuh infiltran kita yang nyusup ditubuh ormas islam? udah pusing saya nih ditekan terus dari atas.

Siap 86

Mengenai pesan hoax yang beredar luas menyudutkan pihak Polri, Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) pun bereaksi mendesak korps Bhayangkara khususnya Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri untuk segera menciduk pelaku penyebar pesan hoax tersebut.

“Polisi khususnya tim Siber Bareskrim Mabes Polri harus segera melacak dan menangkap pelaku penyebar chat hoax tersebut,” tegas Ketua Presidium Jari 98 Willy Prakarsa, Rabu (3/5).

Lebih lanjut, Willy meminta agar Polri untuk tidak segan-segan mengambil tindakan untuk menegakkan hukum bagi pelaku dan penyebar chat hoax yang dianggap telah meresahkan masyarakat.

“Bagi masyarakat gunakan media sosial dengan bijak jangan malah menyebar kebencian dan fitnah. Jangan kebablasan. kritis boleh tapi bodoh jangan,” tandasnya.

Sebelumnya, chat hoax ini pernah beredar dan disebut pengalihan isu usai beberapa hari yang lalu pasca teror bom panci Bandung, beberapa kalangan memberikan apresiasi kepada Polri terkait cepatnya penanganan teror.
Namun beberapa pihak yang anti pemerintah malah justru mengatakan ini adalah skenario dari aparat sebagai pengalihan isu dan ini adalah setingan .

Miris memang, disaat warga membutuhkan kenyamanan dan Polisi berhasil mengatasinya, justru malah ada pihak-pihak yang entah punya tujuan apa menyerang Polri di medsos. Kita tentu masih ingat teror bom bekasi yang terjadi beberapa waktu lalu, dimana Polri dengan sigap menangkap pelaku dan jaringannya sebelum aksi teror dijalankan. Namun sekali lagi ada saja pihak yang mengatakan itu adalah setingan dan pengalihan isu dan faktanya dibelahan dunia lain ratusan orang tewas akibat teror bom yang terjadi secara bersamaan .Artinya teror bom Bekasi waktu itu memang digerakkan oleh jaringan internasional .

Nah, mengenai teror bom Bandung, setelah kejadian muncul chat antara Kapolri dan Kapolda Jabar yang menunjukkan percakapan mereka dan mengarah pada fitnah dan beredar viral di medsos. Sontak saja hal itu tentu sangat menyinggung intitusi Polri.

Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri, akhirnya berhasil mengamankan seorang pria bernama Puji Anugrah Laksono, di Wilayah Jl. Bantan Desa Bantan Tua Kec. Bantan Kab Bengkalis, terkait pelanggaran UU ITE, Kamis (2/3).

Tersangka Puji Anugrah Laksono, bertempat tinggal Jl. Taman Sari Rt. 002 Rw. 006 Desa Bantan Tua Kec. Bantan Kab. Bengkalis.

Pelaku dengan sengaja mengunggah dan menyebarkan gambar yang dikerayasa melalui media sosial (Medsos). Dalam akun pribadinya, Puji menyebar percakapan Kapolri Jenderal Pol Drs. H.M. Tito Karnavian, MA, Ph.D, dengan Kapolda Jawa Barat (Jabar), Irjen Pol Dr. Drs H. Anton Charliyan yang direkayasa. Selain itu Puji juga mengedit foto Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi).

Tersangka ditangkap sesuai laporan Polisi Nomor : LP/234/III/2017/Bareskrim, tanggal 01 Maret 2017. kemudian Tim dari Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri melakukan penelusuran dan diketahui bahwa pelaku berada di Wilayah Jl. Bantan Desa Bantan Tua Kec. Bantan Kab Bengkalis.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) Unit Tablet FJ3 Music Warna Putih merah yang digunakan oleh tersangka untuk bermedia sosial dan 1 (satu) Unit Hp merk Nokia 101 Warna Biru.

Temukan juga kami di Google News.