Jakarta – Ketua Umum DPP PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) membeberkan prediksi sidang dugaan penistaan dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang akan digelar Selasa (11/4) dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa.
Jika nantinya, Ahok dituntut maksimal yakni 5 tahun penjara maka ada beberapa kemungkinan yang bakal terjadi nantinya.
“Kemungkinannya ada dua. Pertama, mereka akan meluapkan kegembiraan dengan caranya sendiri yang kita belum tahu seperti apa. Kedua, kemungkinan itu kecil, meskipun yang namanya kemungkinan ya tetap kemungkinan. Yang pasti, sidang yang beragendakan pembacaan tuntutan itu sangat dinanti-nantikan oleh banyak orang,” ungkap Anton Medan, Senin (10/4).
Lebih lanjut, Anton Medan mengaku heran hanya gara-gara Ahok suasananya bisa menjadi begitu hebohnya. Bahkan, kata dia, seluruh dunia juga heran mengenai hal itu.

“Yang tidak heran tapi malah menganjur-anjurkan kebencian ada enggak ya, yang mana kalau ada, ya, paling ISIS dan antek-anteknya. Bagi pihak-pihak yang mengenal adab-budaya yang lazim-lazim saja, pasti heran ada oknum-oknum orang Islam yang tak tahu menimbang rasa. Tapi ISIS itu kan memang tak tahu adab,” bebernya.
BUKANKAH ISIS MEMANG TAK BICARA BUDAYA, TAPI ISLAM?
Kalau Islam tidak seperti itu perilakunya. ISIS tidak mengajarkan tidak menganjurkan Islam. ISIS itu mengajarkan dan menganjurkan perilaku budaya tertentu, dan menjadikan Islam sebagai kedoknya.
TAPI PENDUKUNGNYA BANYAK JUGA KAN, DI INDONESIA?
Justru itu saya katakan, orang Indonesia tak selayaknya memandang gerakan ISIS (Islamic State on Iraq and Syria) sebagai perjuangan Islam. Selayaknya malah mewaspadai jika ada yang ingin menjadikan Indonesia kacau-balau seperti Suriah. Seluruh bangsa Indonesia harus bersatu-padu untuk menghadang niat jahat itu, yang bukan tidak mungkin sudah pula merasuki oknum-oknum warga sendiri.
Di Suriah ada Pamea dan Palmyra, kota-kota kuno yang semula menyimpan benda-benda purbakala bernilai sejarah tinggi. Namun dihancurkan oleh kelompok berhaluan individualisme-materialisme yang tak paham adab-budaya. Benda-benda purbakala bernilai sejarah tinggi dijarah lalu dijual di pasar gelap internasional.
BERBAHAYA SEKALI?
Sangat berbahaya. Kelompok individualis-materialis yang menebarkan pengaruh gerakan dari Suriah itu lebih ganas daripada kelompok-kelompok individualis-materialis yang melakukan penjajahan di berbagai belahan dunia di masa lalu. Mereka yang melakukan penjajahan di masa lalu tersebut, meskipun menjarah kekayaaan alam tanah jajahan, tetapi tidak menghancurkan situs-situs sejarah yang dijumpainya.
Betul, memang, di Indonesia juga sudah ada orang-orang yang membawakan diri seperti orang-orang yang di Suriah itu. Macam-macam gayanya, macam-macam pula ulahnya. Meskipun diantara mereka bisa seolah-olah berbeda, namun dapat dicermati ada benang merah yang mengaitkannya satu sama lain.
APA HUBUNGANNYA DENGAN SIDANG KASUS AHOK?
Sudah berkali-kali saya katakan, kasus Ahok itu sebenarnya soal kecil. Mengenai soal kecil dalam hal ini mengandung dua sisi. Pertama, bagi orang Indonesia yang berjiwa mewadahi dan mengayomi, rendah hati serta terbuka dan ramah, yang menjunjung persatuan kesatuan dan musyawarah, hal-hal seperti bisa selesai hanya dengan bertemu dan berbicara. Kedua, soal kecil dari sisi ambisi globalisme mereka, menjadikan kasus Ahok sebagai alat untuk menimbulkan kekacauan demi bisa meloncat lebih jauh lagi.
BERARTI BANYAK ORANG YANG TERKECOH, DONG?
Itulah kenyataan yang ada, dan kita sangat prihatin karenanya. Maka itu pun berkali-kali saya katakan, jangan mau dibohongi pakai kacamata kuda dalam memandang kehidupan. Jangan mau dibodohi pakai slogan-slogan kesucian. Omong kosong, semua itu. Mereka memfitnah dan menghasut melalui media sosial. Sepertinya pun bermimpi musim semi Arab ada di Indonesia, ketika di suatu musim semi dengan kekuatan media sosial berhasil menumbangkan pemerintahan di Tunisia, Mesir, dan Lybia.
KENYATAANNYA BAGAIMANA?
Sudahlah, tak usah bikin ulah macam-macam. Pernah pula berkali-kali saya katakan, di Indonesia tidak ada musim semi. Di sini adanya musim duku musim duren musim rambutan.



















Tinggalkan Balasan