JAKARTA – Restorasi Jiwa Indonesia berkolaborasi dengan Narasraya Raksaka Indonesia meluncurkan program Narasraya Literasi 2026 di kawasan Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan yang digelar menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut mengangkat isu literasi, pengembangan karakter, kesehatan mental, dan kepemimpinan generasi muda.

Founder Restorasi Jiwa Indonesia, Syam Basrijal, hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi bertema “Dari Membaca Buku Menuju Membaca Diri: Dari Kesadaran Menuju Transformasi Kehidupan”.

Dalam pemaparannya, literasi diri diperkenalkan sebagai upaya memahami pola pikir, mengenali emosi, mengidentifikasi keyakinan yang membatasi, serta membangun kesadaran untuk mengubah kebiasaan dan menentukan arah kehidupan.

“Membaca buku membuka jendela pengetahuan. Membaca diri membuka pintu kesadaran. Dan ketika kesadaran menjadi tindakan, di sanalah transformasi kehidupan dimulai,” kata Syam.

Syam menjelaskan, pengembangan diri tidak hanya berkaitan dengan penguasaan pengetahuan dan teknologi, tetapi juga kemampuan mengelola emosi, membangun hubungan sosial yang sehat, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Materi yang disampaikan turut membahas lima pilar literasi diri dan transformasi kesadaran. Pembahasan tersebut mencakup kesadaran diri, pola bawah sadar dan mental block, penerimaan diri, prinsip sebab-akibat dalam kehidupan, serta penerapan kesadaran dalam tindakan nyata.

Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan mengolah informasi, tetapi juga proses mengenali diri dan mengembangkan perilaku yang lebih baik.

Selain sesi pemaparan materi, Restorasi Jiwa Indonesia mengagendakan penyerahan buku-buku literasi secara simbolis kepada perwakilan Sekolah Rakyat Kementerian Sosial dan sejumlah perguruan tinggi.

Lembaga pendidikan yang tercantum dalam agenda penerima meliputi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Bina Sarana Informatika, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, dan ITB Ahmad Dahlan.

Penyerahan buku tersebut dimaksudkan untuk mendukung akses terhadap bahan bacaan dan mendorong budaya literasi di lingkungan pendidikan.

Penyelenggara juga berharap kegiatan literasi dapat menjadi sarana untuk mengembangkan wawasan, kemampuan berpikir kritis, dan pembentukan karakter generasi muda.

Undangan Banyak Narasumber Lintas Lembaga

Agenda tersebut juga menghadirkan sejumlah tokoh, antara lain entrepreneur Zaki Wijaya, dengan materi “Dream It, Build It, Make It Matter”, AKBP Ema Rahmawati dari Bareskrim Polri dengan materi bertema “Pemuda Berdaya, Perempuan Berkarya, Keluarga Bermartabat: Semangat Sumpah Pemuda Menuju Indonesia Emas”.

Pembukaan resmi kegiatan ditandai dengan pemukulan gong oleh Muhammad Saiful selaku Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden, Kementerian Sekretariat Negara.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Dayananta Megah Karya. Arlen Karundeng juga akan menyampaikan sambutannya.

Narasraya Raksaka Indonesia merupakan wadah yang menghimpun para ajudan dan protokol kabinet, baik yang masih aktif maupun yang telah purnatugas.

Melalui kolaborasi ini, kedua penyelenggara berharap Narasraya Literasi dapat berkembang menjadi ruang pembelajaran dan kolaborasi yang melibatkan komunitas, lembaga pendidikan, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat.

Temukan juga kami di Google News.