Jakarta – Aksi Gerakan Mahasiswa Pemuda Bela Rakyat (GMPBR) yang akan digelar pada tanggal 30 dan 31 Maret 2017 mendatang rencananya akan memilih gedung DPR RI sebagai titik aksi penyampaian pendapat mereka.
Namun sayangnya belum juga aksi mereka berlangsung, perpecahan muncul di kalangan mereka sendiri. Pasalnya, salah satu Presiden Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jayakarta, Dede Rusdiana menyatakan namanya asal dicatut oleh panitia penyelenggara.
“DEDE RUSDIANA Presma BEM STIE JAYAKARTA tidak ikut turut serta di dalam teklap pemilihan kordum aksi dll,” tulis Dede Rusdiana dalam akun Facebook resminya, Selasa (28/3).
Dalam undangan yang disampaikan oleh panitia Aksi GMPBR tersebut, memang nama Dede tercantum sebagai koordinator Presiden koordinator BEM Indonesia Raya. Namun Dede juga membantah dalam pernyataan sikapnya itu.

“Dede Rusdiana dipilih sebagai koordinator gerakan BEM (bukan koordinator BEM indonesia raya bukan aliansi baru) di Gerakan Mahasiswa Pemuda Bela Rakyat,” tulisnya lagi.
Terkait pencatutan namanya itu, Dede menegaskan tidak akan bertanggung jawab atas apapun yang terjadi dalam agenda aksi yang dipimpin oleh Zainuddin Arsyad itu.
“Dede Rusdiana tidak bertanggungjawab atas pencatutannya nama aliansi yang bergabung pada Aksi 30-31 maret 2017,” tegas Dede.
Diketahui, Aksi yang akan berlangsung pada tanggal 30-31 Maret di DPR RI tersebut dilakukan oleh kelompok Mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiwa Pemuda Bela Rakyat. Aksi yang dikomandoi oleh El Hakim dan dipimpin langsung oleh Zainuddin Arsyad tersebut mengangkat beberapa tema, diantaranya adalah desakan penuntasan mega korupsi e-KTP, kasus BLBI, desakan mengembalikan UUD 1945 asli dan menangkap pelaku penista agama.



















Tinggalkan Balasan