Jakarta – Ketua Umum DPP PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) Anton Medan mempertanyakan pihak yang memainkan isu agama dalam Pilkada DKI putaran kedua kali ini.

“Saya hanya ingin bertanya, siapa yang memainkan isu agama dalam pilkada DKI ini? Anda tahu siapa? Orang per orangnya tak mudah diketahui kadar partisipasinya,” kata Anton Medan, hari ini.

Dia mensinyalir ada otak dibalik permainan isu agama yang dinilai sangat berbahaya bagi bangsa Indonesia itu.

“Tetapi tentu ada otaknya. Banyak yang ibaratnya hanya menjadi organ-organ seperti kaki dan tangan, tetapi yang memainkan isu itu, sangat berbahaya bagi bangsa Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anton Medan membeberkan apakah ada motif gerakan dengan haluan politik tertentu atau hanya sekelompok orang yang hanya iseng. Kata dia, dugaan terhadap adanya kelompok orang yang cenderung iseng untuk mendapatkan uang banyak, memang tak bisa diremehkan juga.

“Artinya, mereka tanpa motif ideologi melainkan bertindak atas dasar order, itu bisa terjadi. Tetapi yang memberi order itulah,” tuturnya.

Lebih jauh, Anton Medan menduga ada semacam jaringan tertentu sengaja menciptakan kekacauan.

“Bisa dikatakan seperti itu,” tandasnya.

Adapun jawaban lengkap Anton Medan saat dikonfirmasi redaksi :

Mereka terkesan membabi-buta, tetapi mungkin memang karena tak tahu adab-budaya. Sebenarnya kan, kasus Ahok ini soal kecil bagi bangsa Indonesia yang berjiwa besar sejalan dengan jiwa budayanya yang luas dan dalam. Jiwa budaya dengan semangat ketuhanan yang sangat kental, serta berprinsip kebersamaan dan kekeluargaan. Mereka sangat miskin pengetahuan tentang itu. Kasihan.

BUKANKAH YANG DIBICARAKANNYA TERKAIT ISLAM?

Mereka mengusung perilaku budaya tertentu dengan membawa-bawa nama Islam. Itu yang membuat kita prihatin. Seluruh bangsa Indonesia harus waspada mengenai hal tersebut. Jangan sampai terkecoh. Jangan mau dibodohi pakai kacamata kuda dalam memandang kehidupan. Mereka sempit sekali ruang pemikirannya, dan sangat ganas dalam upaya menghancurkan kepribadian bangsa Indonesia.

SERIUS SEKALI, YA?

Memang sangat serius sekali. Mereka menunggangi ucapan Ahok itu untuk ambisi globalismenya. Itu tidak berdiri sendiri, tapi menyangkut gerakan lintas batas negara.

JADI BUKAN PERJUANGAN ISLAM?

Bukan. Islam hanya sebagai kedok saja. Kalau Islam tidak begitu. Islam itu rahmatan lil alamin, membahagiakan semua. Kalau sinis, mencibir, mencemooh, menista, merasa benar sendiri, berprasangka buruk, kebencian, itu perilaku. Ya, perilaku orang, perilaku kelompok orang, urusannya dengan akar budaya, dan bukan budaya Indonesia.

Akar budaya Indonesia itu Islami. Rendah hati, terbuka, ramah, mewadahi dan mengayomi, berprasangka baik, empati, kesetaraan, perbedaan adalah rahmat atau persatuan dan kesatuan, toleran, kebersamaan dan kekeluargaan.

BAGAIMANA MENGANTISIPASINYA?

Saya tegaskan, perkuat ketahanan budaya nasional.

Temukan juga kami di Google News.