Jakarta – Ketua Umum DPP Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Anton Medan menghimbau kepada umat Islam pendukung calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak usah khawatir dan termakan isu jika meninggal dunia tidak akan disholatkan.
“Jika ada isu bagi orang Islam yang memilih Ahok kalau meninggal dunia tidak akan dishalatkan, hendaknya masyarakat tidak termakan oleh isu tersebut,” kata Anton Medan, Sabtu (11/3).
Dijelaskannya, melaksanakan shalat jenazah adalah hukumnya fardhu kifayah. Dan dia memastikan akan ada yang men-shalatkan bagi siapa pun orang Islam yang meninggal dunia, karena shalat jenazah hukumnya fardhu kifayah.
“Bila ada isu seperti itu hanyalah berita bohong belaka,” terang dia.

Ia pun menyatakan, sebenarnya kasus Ahok ini soal kecil bagi bangsa Indonesia yang berjiwa besar sejalan dengan jiwa budayanya yang luas dan dalam. Maka ia merasa heran mengapa ada yang membesar-besarkannya sampai demikian berlebihan.
“Sehingga terkesan seolah-olah kehilangan ke-Indonesiaa-an kita,” ucap Anton.
Lebih lanjut, Anton merasa prihatin karena kepribadian Indonesia sedang dikoyak-koyak oleh oknum-oknum yang mengusung kultur lain dengan membawa-bawa nama Islam. Inilah sesungguhnya persoalan yang terjadi. Sebab kalau bicara Islam Indonesia, tak ada masalah apa-apa. Masjid-masjid ramai, kegiatan beribadah lancar.
“Ada gerakan memaksakan budaya asing untuk menghancurkan budaya Indonesia yang berjiwa semangat ketuhanan sangat tinggi serta berprinsip kebersamaan dan kekeluargaan. Tetap teguhlah berpegang pada kebenaran Islam Indonesia yang memperjuangkan Islam rahmatan lil alamin dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial,” seru Anton Medan.
Ketahuilah, tambah Anton Medan lagi, bahwa ijtihad terbesar dunia Islam di zaman modern adalah kesepakatan para ulama, para kyai, dalam proses pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia Proklamasi 45. Hal itu tak dapat dipungkiri, karena menyangkut hal yang sangat mendasar, yaitu mendirikan negara dan menentukan dasar negara.
“Tegakkan Pancasila demi kejayaan bangsa dan negara Indonesia,” tandas Anton Medan.



















Tinggalkan Balasan