Jakata – Tim pemenangan Anies-Sandi, Eep Saefulloh Fatah membantah terkait isu mengenai pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta yang seharusnya hanya satu putaran, dimenangkan pasangan calon nomor urut 3 Anies-Sandi berhasil memperoleh suara lebih dari 52,64 persen, atau lebih dari separuh suara pemilih DKI.

Justru Eep memastikan bahwa pertarungan Pilkada DKI 2017 kali ini akan ada dua putaran, sebab berdasarkan hasil real count form C1 yang dikumpulkan tim Anies-Sandi diketahui tidak ada pasangan calon yang berhasil mendapatkan suara lebih dari 50 persen pemilih DKI.

“Memang yang menang pada putaran pertama adalah Ahok selisih dikit dengan Anies. Besaran angkanya tidak jauh berbeda dengan hasil QC beberapa lembaga survei. Akan ada putaran dua. Jadi, harap tenang. Lebih baik sekarang fokus untuk mengawal suara dan mulai membuat rencana aksi, ” kata tim Anies-Sandi, Jumat (17/2/2017).

Konsultan tim pemenangan Anies-Sandi mengaku bahwa penghitungan suara digital yang dilakukan oleh tim Anies-Sandi terus dilengkapi dengan pengecekan riil dari data form C-1 asli yang dikumpulkan oleh saksi-saksi Anies-Sandi di TPS.

“Dari hasil itu, pasangan calon nomor urut satu, memperoleh suara 16,8 persen. Pasangan calon nomor urut dua 42,3 persen dan pasangan calon nomor urut tiga 39,6 persen. Dengan suara tidak sah 1,3 persen.” kata Eep yang juga merupakan Direktur Eksekutif PolMark Indonesia ini.

Menurutnya data itu jelas menunjukkan posisi masing-masing pasangan calon berdasarkan penghitungan riil dengan dasar form C-1. Hasilnya adalah akan ada pemungutan suara putaran kedua, yakni antara Ahok-Djarot dengan Anies-Sandi 19 April nanti.

Temukan juga kami di Google News.