Jakarta – Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto angkat suara perihal minimnya sponsor lokal dalam ajang Formula E.

Pasalnya, hanya ada tujuh nama yang menjadi sponsor Formula E yang akan digelar pada Sabtu (4/6) nanti di Ancol, Jakarta Utara (Jakut). Berikut daftar sponsor tersebut:

1. Eraphone
2. Bank Arta Graha Internasional
3. Hotel Discovery
4. Gulavit
5. Electronic City
6. Paprika
7. MS Glow for Men

“Mungkin saja banyak sponsor yang berhitung matang-matang tentang untung rugi menjadi Sponsor. Artinya, waktunya pendek dan sehingga secara bisnis tak begitu menjanjkan,” tegas Sugiyanto, hari ini.

Apalagi, kata dia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus menyelidiki dugaan kasus Korupsi Formula E. Jadi ini juga bisa menjadi hal hambatan dan menjadi perhitungan perusahaan.

“Kalaupun tetap ingin menjadi sponsor Formula E, tetap harus melihat semua hal, termasuk harus menjadi sponsor dengan batasan-batasan kewajaran,” ungkap Sugiyanto.

Disisi lain, tambah SGY, polemik sponsor ajang mobil balap listrik dari perusahaan bir dinilai karena kesalahan pihak panitia Jakarta E-Prix yang memuat Sponsor Global Formula E Operation (FEO) pada situs Jakarta E-Prix.

“Inilah sumber masalahnya karena ada sponsor dari perusahan Bir Heineken. Seharusnya tak perlu dimuat pada situs Jakarta E-Prix. Dan panitia juga tak perlu membahas atau menjelaskan Sponsor global tersebut. Jakarta E-Prix fokus saja menjelaskan Sponsor Lokal. Inilah masalahnya,” terangnya.

Menurutnya, persoalan saat ini adalah bukan pada ada atau tidak adanya sponsor, tetapi semua bantuan dan sponsor harus wajar dan proporsional. Dalam hal ini, kata dia, tak boleh ada kepentingan apapun.

“Saat ini Formula E menjadi perhatian publik. Semua hal akan diawasi dan dinilai oleh masyarakat,” jelasnya.

Temukan juga kami di Google News.