JAKARTA – Koordinator TPDI Petrus Salestinus menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin intensif melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi pembangunan sirkuit Formula E di Ancol yang semakin hari telah memperlihatkan adanya dugaan perbuatan Melanggar Hukum dan adanya Kerugian Negara.

“Dugaan perbuatan melanggar hukumnya itu adalah soal inisiatif peminjaman uang di Bank DKI atas surat perintah atau katabelece dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelum ada persetujuan DPRD DKI Jakarta dalam bentuk Pengesahan APBD atau Perda APBD,” tegas Petrus, hari ini.

Kata dia, kerugian negaranya adalah Rp. 180 Miliar uang pinjaman itu diprediksi tidak dapat dipertanggung jawabkan penggunaannya berikut kerugian lainnya.

Dalam kasus posisi seperti ini, lanjut Petrus, maka Gubernur DKI Anies Baswedan berpotensi menjadi orang pertama yang harus dimintai pertanggungjawaban pidana korupsi. Karena sebagai Gubernur DKI Jakarta, kata dia, Anies Baswedan adalah Kepala pemerintahan daerah yang diserahkan oleh Presiden untuk mengelola keuangan daerah.

“Dalam soal Rp. 180 Miliar untuk pembangunan sirkuit Formula E Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa menghadapi tuduhan melakukan penyimpangan kebijakan yang telah ditetapkan oleh UU dan penyimpangan kegiatan anggaran bersama SKPDnya atas apa yang telah ditetapkan oleh UU,” bebernya.

Karena itu, Petrus menegaskan sudah saatnya KPK memanggil Anies Baswedan untuk diperiksa guna mengkonfirmasi, mengklarifikasi dan memvalidasi sejumlah temuan baru yaitu katabelece (surat ke Bank DKI untuk pinjaman, pencairan dana Rp. 180 miliar sebelum DPRD mengesahkan dan perkiraan kerugian negara.

“Saya menduga KPK akan segera tingkatkan pemeriksaannya masuk ke tahap Penyidikan dan seketika itu juga KPK bisa menetapkan siapa saja tersangkanya. Anies Baswedan berpotensi dijadikan tersangka oleh KPK segera setelah pemeriksaan KPK yang diminta oleh Saksi Edy Prasetyo, Ketua DPRD DKI Jakarta yang banyak tahu soal permainan uang untuk biaya sirkuit Formula E,” jelasnya.

Soal adanya temuan pengurangan target penonton formula E, yang artinya pendapatannya kelak akan berkurang, Petrus menyebut bahwa Gubernur DKI Jakarta telah memperpanjang angka kerugian negara nantinya.

“Dan memperlihatkan pengerjaan sirkuit proyek Formula E dipaksakan asal jadi di luar target yang diharapkan Anies Baswedan dkk,” tandasnya.

Temukan juga kami di Google News.