Jakarta – Pendiri Relawan Sedulur Jokowi yang juga salah satu pimpinan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Prof. Dr. Paiman Raharjo, menilai kritikan para tokoh bangsa Indonesia seperti Prabowo Subianto dan Amien Rais yang menyatakan pemerintah RI memberikan bantuan kepada korban etnis Rohingya sebagai sebuah pencitraan merupakan sikap yang arogan dan tidak mencerminkan seorang tokoh bangsa.

“Mudahnya para elit mengeluarkan kritikan yang negatif dan hinaan kepada pemerintah akan memunculkan ujaran kebencian dikalangan masyarakat,” ungkap Prof Paiman, hari ini.

Sehingga, kata dia, berdampak pada menurunnya tingkat kepercayaan kepada pemerintah. Kritikan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo hanya pencitraan, dalam upaya menyelesaikan kasus kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar, merupakan pemikiran preman pasar dan tidak pantas diucapkan oleh tokoh bangsa sekaliber Prabowo dan Amien Rais.

Paiman Raharjo menegaskan, bahwa memberikan bantuan kemanusiaan kepada umat manusia yang mengalami kekerasan di negara lain, sudah jadi kewajiban konstitusional negara, sesuai amanah Undang-undang Dasar 1945.

“Kritikan Prabowo dan Amin Rais pada pemerintah, khususnya Presiden Jokowi, itu tindakan ngawur dan tidak berdasar,” ucap dia.

Lebih lanjut, Paiman mengatakan, Prabowo dan Amien Rais sebagai tokoh bangsa harusnya ikut mengawal pemerintahan, dan bukan malah memprovokasi rakyat supaya benci kepada pemerintah. Bangsa Indonesia harus semakin kritis atas ocehan para elit politik, apalagi tokoh bangsa harus berfikir obyektif dan fair menilai kebijakan pemerintah yang baik.

“Prabowo dan Amien Rais merupakan tokoh bangsa yang tidak bermartabat, kerjanya hanya menjelek-jelejakan pemerintah terus, tokoh yang tidak pernah mawas diri,” bebernya.

Dikatakan dia, era pemerintah siapapun dikritik dan dinilai negatif tidak ada baiknya sama sekali, terutama kritikan kepada pemerintahan Jokowi padahal Menterinya ada dalam penerintahan.

“Kan sangat lucu, sama saja menelanjangi diri sendiri. Benar-benar tokoh bangsa yang tidak bermartabat,” ucapnya.

Menurut Paiman Raharjo, Presiden Joko Widodo sudah melakukan yang terbaik, termasuk mengirim Menlu dan sudah bertemu pemimpin Myanmar. Para pengungsi yang di Indonesia pun sudah mendapatkan jaminan kemanusiaan yang baik. Tuduhan Prabowo dan Amien Rais bahwa Presiden hanya melakukan pencitraan itu tidak berdasar, dan tidak pantas dilakukan oleh tokoh bangsa sekaliber Amien Rais, apalagi terdapat kader PAN yang menjadi Menteri dalam penerintahan Jokowi. Dia berharap agar tokoh bangsa dan elit politik berhenti menyebarkan ujaran kebencian di kalangan masyarakat.

“Rakyat justru akan membenci dan antipati kepada elit/tokoh bangsa yang menjelek-jelekkan pemerintah Jokowi, karena rakyat sudah pandai menilai bahwa pemerintah sudah sangat baik bekerja untuk kepentingan rakyat,” tandasnya.