Jakarta – Relawan Jokowi – JK mahasiswa dan aktivis pemuda (RelaWan NKRI) Frans Freddy mendesak Komnas Ham untuk tetap menjadi lembaga independen tidak terpengaruh pada kelompok yang kerap mengintervensi dalam proses penegakan hukum yang kini tengah dilakukan aparat Kepolisian terkait kasus chat mesum Firza Husein.

Pasalnya, dalam kasus tersebut ikut menyeret nama kondang yaitu pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

“Kami meminta Komnas Ham harus jadi lembaga independen, netral dan profesional. Juga jangan sampai pansel meloloskan orang-orang yang mempunyai kepentingan terselubung yang tidak pro dengan NKRI,” tegas Frans hari ini.

Lebih lanjut, Frans juga mengatakan pihaknya mendukung kesolidan Presiden Jokowi dan Wapres JK jangan ada yang berusaha memprovokasi bahwa mereka pecah. Dia memastikan hubungan Jokowi dengan JK tidak ada masalah.

“Kami pastikan tidak ada masalah dengan mereka. Tidak ada alasan untuk mengutak-atik dwi tunggal Jokowi-JK saat ini. Keduanya adalah pemimpin sah yang dipilih secara konstitusional melalui pemilihan presiden 2014. Mereka dapat mandat konstitusi untuk bersama memimpin bangsa ini selama lima tahun,” ucapnya.

Kata Frans, perbedaan karakter antara Jokowi dan JK diakui kerap jadi celah bagi pihak yang tidak sejalan dengan pemerintah untuk menggulirkan isu miring. Salah satunya adalah dengan mengisukan keduanya berseberangan dan saling bersaing.

“Padahal hubungan mereka sangat baik, dasar historisnya kuat karena dipilih melalui pertarungan pilpres yang ketat,” ungkap Maruarar.

Frans menegaskan upaya memecah belah Jokowi-JK adalah hal sia-sia.

“Kalau mau ada perubahan, tunggu saja nanti Pilpres 2019,” sebutnya.

Selain itu, dia mendukung Kapolri segera melakukan upaya penangkapan pelaku-pelaku anti NKRI.

“Sebab, semua warga negara sama di mata hukum,” tukasnya.