Jakarta – Bertepatan hari pendidikan nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei, Kapolres Jaktim Kombes Pol DR Andry Wibowo terus memberikan motivasinya kepada generasi muda khususnya para mahasiswa atau OKP untuk terus menatap masa depannya dengan membangun sikap budi pekerti yang luhur dan toleransi antar sesama serta cinta tanah air.

“Pendidikan itu bukan hanya sekedar membangun kecerdasan semata, kita perlu membangun juga sikap budi pekerti yang luhur (akhlakul karimah) dan sikap toleransi serta sikap saling mengormati antara sesama,” ungkap pria yang akrab disapa Bang Andry, hari ini.

Lebih lanjut, Andry mengemukakan karakter nilai-nilai agama dan Pancasila harus bisa dimaknai dan diberlakuan dalam kehidupan sehari-hari. Dan tidak boleh dilupakan pula adalah memupuk kembali rasa cinta tanah air atau nasionalisme rasa kebanggaan, rasa memiliki, serta loyalitas yang dimiliki oleh setiap individu pada negara.

“Bela tanah air, rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara, serta cintai adat atau budaa yang ada dinegaranya dengan melestarikan alam dan lingkungan,” ujarnya.

Dikatakannya, rasa cinta tanah air dan bangsa yang terangkum dalam semangat patriotisme harus selalu tertanam dalam setiap sanubari rakyat Indonesia. “Semoga di hari pendidikan nasional ini kita dan khususnya generasi muda dapat memaknai itu semua,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua GMNI Jayabaya Trisnawingki Kiki mengatakan bahwa asas pendidikan merupakan suatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir, baik pada tahap perencanaan maupun pelaksanaan pendidikan. Asas yang dikumandangkan oleh Ki Hajar Dewantara ini kemudian dikembangkan oleh Drs. R.M.P. Sostrokartono dengan menambahkan dua semboyan lagi, yaitu Ing Ngarso Sung Sung Tulodo dan Ing Madyo Mangun Karso.

Tut Wuri Handayani mengandung arti pendidik dengan kewibawaan yang dimiliki mengikuti dari belakang dan memberi pengaruh, tidak menarik-narik dari depan, membiarkan anak mencari jalan sendiri, dan bila anak melakukan kesalahan baru pendidik membantunya.

“Pendidikan di Indonesia masih tergolong menengah kebawah karena sistem dan sarana yang kurang memadai,” kata Kiki.

Dia melanjutkan bila generasi muda memiliki pendidikan yang baik mereka bisa membangun negara dengan baik pula dan tidak ketinggalan zaman. Pendidikan sangat diperlukan untuk kemajuan suatu bangsa. Pada saat ini pemuda juga dituntut untuk mengembangkan dan memajukan pendidikan Pemuda yang notabenenya sebagai pelopor harus memberikan kontribusi yang konkret terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Pendidikan merupakan suatu kebutuhan primer bagi manusia, karena pendidikan yang layak serta merata merupakan agenda penting dalam program pencerdasan dan pembangunan bangsa dan negara,” ucap dia.

Oleh sebab itu, kata dia, sangat diperlukan sekali campur tangan pemerintah dalam hal pendidikan khususnya di daerah-daerah terpencil dan perbatasan yang belum terjangkau.

“Seperti saya ini, asal Toraja kuliah jauh-jauh ke Jakarta hanya untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Karena di daerah kami Universitas tidak sebanyak di Jakarta masih terbatas sekali pilihannya,” tandasnya.