Jakarta – Ketua Umum KASBI Nining Elitos siap menyambut May Day di Jakarta yang jatuh pada 1 Mei nanti. Perayaan hari buruh kali ini, mereka berencana menggelar aksi turun kejalan serentak secara nasional.

“KASBI memastikan akan ada aksi 1 Mei secara nasional dan untuk wilayah Jabodetabek sendiri pada 1 Mei akan di gelar di Jakarta yakni di Istana Negara Gambir Jakarta Pusat,” tegas Nining Elitos, Kamis (27/4).

Nantinya, kata dia, pihaknya akan bergabung dengan serikat buruh dan pekerja lainnya menjadi satu didepan Istana Negara.

Kendati demikian, pihaknya masih belum ada rapat untuk pembahasan settingan aksi, baik itu longmarch, atau titik kumpul massa. Tapi pastinya space aksi digelar didepan Istana negara.

“2 hari lah kita rapat dulu baru akan kita akan sepakati. Dari mana kita start atau titik kumpulnya,” sebut diam

Lebih lanjut, Nining mengaku akan menerjunkan ribuan buruh untuk memperingati hari buruh sedunia kali ini.

“Sekitar 10 ribu sampai dengan 15 ribu buruh lah kita,” ucapnya.

Dikatakan dia, semua telah melakukan nya didepan Istana dan siapapun gerakan rakyat dan jelas kepentingan nya untuk rakyat khususnya kesejahteraan buruh sendiri. KASBI menyerukan untuk mendorong pencabutan inpres 2003 terkait dampak pada persoalan upah minimum sektor padat karya garmen dan diskriminasi mayoritas perempuan sektor garmen dan padat karya.

“Seharusnya upah minimum itu ada penentuan tapi ini kenapa tidak ada sehingga kita mendorong pencabutan tersebut,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya mendesak penghapusan sistem kontrak atau outsourcing dan magang. Kaitan persoalan pemagangan harus dicabut. Persoalan mendorong dampak akibat peraturan pemerintah semakin melegitimasi upah buruh, dan juga masalah buruh migran, kesehatan gratis.

“Cabut juga PP 78/2015 soal Upah,” tandasnya.