by

Dinilai Mengancam NKRI, Banser NU Hadang Pawai HTI yang Bawa Bendera Khilafah

-Nasional-5,295 views

Tulungagung – Aksi pawai puluhan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan mengibarkan bendera khilafah diberi teguran keras oleh Anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama.

Alhasil mereka dihadang berpawai ria dengan membawa bendera khilafah itu di Tugu perbatasan Tulunggagung dan Trenggalek.

Pasalnya, HTI rencananya akan mengikuti kirab HTI bertema “Khilafah Kewajiban Syariat” di Surabaya, Minggu, 2 April 2017.

Banser NU Tulungagung dan Trenggalek pun bersikap untuk menurunkan paksa bendera khalifah yang dibawa anggota HTI tersebut.

“Kami hentikan dan rampas bendera yang mengarah pada spirit khalifah,” kata Yoyok Mubarok, Ketua Satuan Koordinator Cabang Banser Tulungagung, yang memimpin aksi, Sabtu (1/4).

Dikatakan Yoyok, terdapat sedikitnya seratus anggota HTI yang mengendarai motor dan satu mobil bak terbuka yang melaju beriringan dari Trenggalek menuju Tulungagung.

Tak hanya dari Trenggalek, anggota HTI ini menggalang kader mereka di Tulungagung dan tiap-tiap kota yang dilalui menuju Surabaya.

Selain menghentikan dan bendera HTI pun diamankan, anggota Banser membubarkan konvoi mereka dengan paksa. Anggota HTI diminta pulang ke rumah masing-masing dan tak melanjutkan perjalanan demi keselamatan mereka sendiri.

“Kami minta pulang untuk anggota HTI dari Tulungagung, yang rumahnya Trenggalek kami minta balik,” kata Yoyok yang menghadang mereka di perbatasan Trenggalek-Tulungagung.

Dia mengaku sudah mendengar kabar akan dilakukannya konvoi tersebut sejak beberapa waktu lalu. Karena itu, 200 anggota Banser disiagakan di ruas jalan antar kota, pusat keramaian, dan alun-alun kota. Mereka diperintahkan membubarkan setiap kegiatan HTI yang mengarah pada pendirian negara Islam dan mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut juga sudah dikoordinasikan dengan kepolisian dan TNI setempat agar tak terjadi kerusuhan. Bahkan dalam penghadangan tersebut anggota polisi dan TNI turut mengamankan mereka.

“Semua kita koordinasikan dengan aparat,” kata Yoyok.

Sedangkan Ketua Satkorcab Banser Trenggalek Fatkhur Rohman telah meminta Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan aparat untuk menghentikan seluruh kegiatan HTI di Trenggalek yang bersifat makar. Surat itu bahkan sudah disampaikan sebelum diadakannya konvoi hari ini agar tak terjadi keributan. Namun faktanya aktivis HTI tetap ngotot melakukan konvoi.

Tidak ada pernyataan dari pihak HTI atas penghadangan itu. Mereka langsung membubarkan diri setelah sempat bersitegang dengan Banser.

Comment

News Feed