JAKARTA – APEKFI (Angkatan Pekerja Kreatif Film Indonesia) diterima Gusti Kanjeng Ratu Hemas di kediamannya di jalan Suwiryo. Menteng, Jakarta Pusat. Jajaran pengurus APEKFI yang hadir adalah Prof.,DR Marlinda, Dewan Pembina, Y. Endiarto sebagai Ketua Harian, H. Pensong, Sekjen, Dr. Lili Tjahjandari, Bendahara dan Arry WS. Ketua bidang Kesejahteraan.

Ibu Dr. Marlinda dalam prakata awal menyampaikan bahwa maksud dan tujuan pertemuan adalah untuk mensinergikan antara BIOSRA dan Ibu Hemas khususnya buat BIOSRA yang sudah ada pilot projectnya di Bantul agar dapat lebih bertumbuh di wilayah Yogyakarta.

Dalam pemaparannya, Endiarto selaku Ketua Harian APEKFI menyampaikan bahwa APEKFI ini dibentuk untuk memberikan wadah bagi penggiat seni secara lebih luas dengan visi utama adalah memberikan bantuan advokasi dan kesejahteraan bagi anggotanya. Dimana anggota APEKFI meliputi artis dan aktor, crew produksi film, pelaku industri konten seperti selebgram, tiktoker, youtuber dan penggiat sosmed termasuk penggiat film pendek.

Bekerjasama dengan PERFIKI (Persatuan Film Keliling Indonesia) menginisiasi berdirinya Bioskop Rakyat yang disebut BIOSRA di tiap Kecamatan di Indonesia dengan maksud untuk memberikan wadah di daerah sebagai aktivasi bagi pelaku seni dan peran di daerah untuk bisa eksis sehingga bisa menumbuhkan ekonomi kerakyatan baru di daerah, sebab di BIOSRA wajib ada UMKM lokal sebagai bagian dari menumbuh dan kembangkan potensi kerakyatan lokal. Dan yang utama adalah bagaimana rakyat di daerah dapat menikmati hiburan berkelas sebagaimana yang masyarakat kota bisa nikmati. Sekaligus Endiarto memohon kepada GKR Hemas agar bersedia untuk menjadi Dewan Pembina APEKFI.

“Saya menyambut baik dan positif terutama untuk program Bioskop Rakyat di daerah-daerah dan akan mencoba untuk membantu mesosialisasikan di beberapa daerah sesuai dengan tugas yang saat ini diemban sebagai Wakil Ketua DPD. Tetapi sebagai masukan saja agar bagaimana tayangan di bioskop itu bisa menjadi edukasi bagi masyarakat terutama generasi muda dan anak-anak agar tidak dicecoki dengan tayangan yang hanya mementingkan hiburan saja, contohnya dengan semaraknya tayangan film yang berbau misteri atau horor”. ujar Ibu Hemas dalam merespon maksud dan tujuan APEKFI.

“Kita akan coba BIOSRA untuk bisa di daerah Gunung Kidul.” lanjutnya.