Jakarta – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Sumarno mengaku bersama Ketua Bawaslu memang diundang dalam Raker Tim Basuki Djarot sebagai narasumber untuk menjelaskan perihal tahapan Pilkada putaran Kedua bertempat di Novotel Gajahmada, Kamis kemarin (10/3).

Sumarno pun membantah bahwa dirinya ikut terlibat didalam rapat tertutup bersama mereka apalagi dengan Basuki (Ahok) seperti yang berita yang beredar. “Jadi tidak benar kalau saya ikut rapat tertutup mereka, apalagi rapat bareng Pak Ahok,” kata Sumarno, Jumat (10/3).

Sumarno menjelaskan kronologisnya, bahwa sebelum sesi dirinya bersama Bawaslu memang ada sesinya Ahok. Kata dia, istilah kepergok wartawan juga tak tepat karena saat dirinya sampai lobbi Hotel banyak wartawan yang interview.

“Jadi tak ngumpet-ngumpet lantas ketahuan wartawan, tapi interview seperti biasanya,” terang Sumarno.

Kehadiran itu, sambung dia, dipandang penting sebagai momentum untuk mengklarifikasi posisi KPU DKI sebagai penyelenggara yang netral dan tak berpihak pada calon tertentu, sebagaimana opini selama ini beredar.

“Dan alhamdulillah, walau suasananya panas karena berbagai tuduhan ditujukan pada KPU DKI akhirnya bisa saya jelaskan dengan baik,” tandasnya.