Namun demikian kata Andika, diakui bahwa dari sudut pandang yuridis, dengan dikeluarkannya UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN, keberlangsungan pembangunan proyek besar negara di wilayah Kaltim tersebut sudah memiliki jaminan hukum yang mengikat untuk ke depannya, artinya masyarakat Kaltim berhak menuntut keberlangsungan pembangunan IKN di Kaltim kepada pemerintah pusat atau pemerintah yang baru, apabila lalai atau tidak melanjutkan pembangunan IKN, pasca Presiden Jokowi tidak menjabat lagi sebagai Presiden pada tahun 2024 mendatang.

Andika Abbas.

“Kami menyarankan kepada pemerintah Jokowi, agar postur IKN yang baru betul-betul menghadirkan smart city dengan mengedepankan ekologi lingkungan yang sehat dan hijau, meminimalisir kerusakan daya dukung lingkungan wilayah IKN,”tuturnya.

Oleh sebab itu kata Andika, pihaknya pun mendesak kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo agar segera membuat dan mengeluarkan nomenklatur turunan atau peraturan pelaksanaan dari UU IKN tersebut. Dimana dalam ketentuan peraturan pelaksanaannya, selain mengatur teknis keberadaan Badan Otorita IKN, juga ada pasal dalam nomenklatur tersebut yang memberi jaminan atau ruang bagi keterlibatan peran pemuda dan masyarakat lokal atau adat di Kaltim untuk membangun IKN.

“Ini yang menjadi konsen HMI Kukar agar masyarakat adat, pemuda dan mahasiswa Kaltim tidak terabaikan dalam proses pembangunan IKN, sehingga tersisihkan di daerahnya sendiri,” tandasnya.

Lebih lanjut, Mahasiswa Gakultas Hukum Universitas Kutai Kartanegara (FH Unikarta) ini pun menyampaikan, bahwa persoalan pro dan kontra terhadap pembangunan IKN di Kaltim adalah sesuatu yang biasa dalam iklim demokrasi yang ada di Indonesia.

“Menurut kami, itu hal yang biasa bagi proses demokrasi di negara Indonesia. Tapi keputusan Presiden Jokowi memindahkan IKN merupakan sebuah itikat baik yang patut diapresiasi, apalagi sebelumnya Presiden Jokowi sudah mengundang, menghadirkan, bertemu, meminta izin dengan tokoh-tokoh nasional, termasuk Sultan Kukar dan tokoh-tokoh adat se-Kalimantan di Istana Jakarta,” ucapnya.