by

LIMAPIA Tagih Janji & Desak Bupati Padang Pariaman Copot Kadis Penanaman Modal

-Nasional-5,346 views

Padang Pariaman – Pandemi Covid 19 adalah musibah besar yang sangat besar baik sosial ekonomi dalam memenuhi kebutuhan Hidup.

Salah satu usaha yang dilakukan Oleh para pengusaha adalah penanaman modal atau investasi.

Kegiatan investasi/ penanaman modal adalah suatu kegiatan usaha yang dilakukan oleh setiap pengusaha yang terus mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan Hidup. Sumatera Barat kini termasuk wilayah yang meningkat investasi-investasi terutama dalam bidang tambak udang yang hidup dipesisir pantai terkhususnya padang Pariaman.

Rahman selaku perwakilan LIMAPIA menegaskan pihaknya menagih janji dan ingin mendengarkan respon surat cinta yang mereka kirim kepada Bapak Bupati Padang Pariaman.

LIMAPIA mengaku sangat kecewa terhadap Bupati Padang Pariaman selaku pejabat yang terpilih dan yang mendapat kepercayaan masyarakat menjalankan system pemerintahan untuk mensejahterakan rakyatnya sesuai undang-undang pasal 33 ayat 3.

“Kami sudah berkali-kali turun aksi dan memberikan masukan terhadap Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman perihal tambak-tambak udang yang terus menjamur tambak-tambak yang dibangun tanpa memiliki izin seperti apa yang pernah dikatakan Kepala Dinas penanaman modal. Pada waktu itu kami beraudiensi setelah melakukan aksi pada tanggal 22 Januari 2021 lalu,” ujar Rahman, hari ini.

Menurutnya, perkataan Kepala Dinas Penanaman Modal dari penelusauran versi mereka dan dalam pengurusan izin usaha tambak udang ada 35 tambak udang di pantai padang pariaman pada januari lalu yang memiliki Izin 15 dan dikembalikan 13 serta 6 sedang proses menurut data 2019. Apalagi tahun-tahun ini pasti lebih banyak sebab mereka melihat sekarang lebih banyak pembangunan tambak baru.

Rahman menambahkan perkataan yang disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal seharusnya ini harusnya ditindak lanjuti agar Pajak usaha-usaha yang dilakukan para pengusaha dapat diambil Pajak usahanya dalam setiap keuntungan untuk kemakmuran masyarakat Kabupaten Padang Pariaman.

“Kami juga menagih janji Kepala Dinas penanaman modal yang menjanjikan kepadanya akan segera ditindak lanjuti dan akan menyegel delirium tambak yang illegal,” sebutnya.

Dan, kata dia, sedang menjalankann proses perizinan akan disegel sementara. Tetapi apalah daya janji tinggalah janji yang dilantunkan Kepala Dinas Penanaman Modal yang mempunyai tugas dan amanat yang diberikan.

“Kami LIMAPIA mendesak Bupati Padang Pariaman several untuk memecat Kepala Dinas penanaman modal sekarang juga. Sebab kami menilai Kepala Dinas tidak menjalankan tugasnya sebagai orang yang dipercayai dan diembankan amanat,” tambahnya.

Rahman melanjutkan terkhusus kepada Bupati Padang Pariaman untuk menegakkan aturan copot Kepala Dinas Penanaman Modal dan tutup tambak-tambak Udang yang melangkahi aturan dan tidak memiliki izin demi menjaga marwah kekuasaan sebagai pemimpin wilayahnya. Padahal sumber potensi tersebut dapat dikelola oleh pemerintah agar dapat menghasilkan pendapatan daerah guna untuk mensejahterakan masyarakatnya.

“Kami akan tetap kawal proses perizinan tambak-tambak yang belum memiliki izin dan sangat mengutuk ketika ada pejabat eksekutif, legislasi, kepala dinas serta oknum-oknum yang tidak menjalankan aturan dan ketetapan,” ucapnya lagi.

Selain itu, pihaknya akan menindak lanjuti penemuan-penemuan mereka serta rencana besok akan menindak lanjuti perjuangannya kepada Gubernur Sumbar agar perintahkan Kepala Dinas terkait agar segera menyegel.

“Kami juga akan menghadap Kapolda Sumbar agar menyegel dan menangkap oknum. Sebab dalam hal ini ada unsur ketidaktaatan aturan, serta kepada Menteri penanaman modal yaitu Bapak Bahlil agar melakukan penindakan tegas,” pungkas Rahman.

Comment

News Feed