by

Sinergi YPPII dan UMM, Bantu Warga Kota Batu Isoman dan Isoter Covid-19

-Nasional-5,258 views

Batu – Dalam kondisi serba sulit akibat pandemi Covid-19, semangat pantang menyerah untuk bisa lepas dari keterpurukan tetap menyala di hati beberapa orang.

Satu contoh nyata itu adalah kolaborasi kader Muhammadiyah dengan pengurus Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) Kota Batu.

Meski memiliki latar belakang agama yang berbeda, tidak menjadi kendala untuk bisa berbuat kebaikan kepada sesama manusia.

Kolaborasi keduanya telah membuat orang-orang yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala ringan mendapat pelayanan maksimal sehingga peluang sembuhnya pun tinggi.

YPPII menyediakan tempat isolasi mandiri, sedangkan Muhammadiyah melalui RS Universitas Muhammadiyah Malang menyediakan dua dokter dan 19 perawat yang siaga 24 jam mendampingi warga di tempat isolasi mandiri.

Pengurus YPPII, Roland Oktavianus menceritakan, ide untuk membuat isolasi terpadu di tempatnya sudah ada sejak Maret 2020, namun baru terealisasi pada Maret 2021.

Roland memiliki seorang adik yang berprofesi sebagai dokter paru.

Adiknya juga salah satu dokter yang menginisiasi RS Wisma Atlet di Jakarta.

Melalui adiknya itu, tempat isolasi di YPPII dibuat semirip mungkin dengan RS Wisma Atlet.

Melalui adiknya itu juga, Roland bisa berkolaborasi dengan David Hermawan, seorang akademisi dari Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

“Sejak awal kami sudah mengantisipasi lonjakan karena kasus di India. Lalu saya menghubungi teman-teman dari Muhammadiyah, yakni mengontak RS UMM dan mereka memberikan bantuan,” ujar Roland, Selasa (27/7/2021).

Ada dua dokter dan 19 perawat yang dikirim bertugas 24 jam penuh di tempat isolasi.

Di YPPII ada 43 kamar dengan kapasitas 168 orang.

Saat ini, sudah terisi oleh 99 orang dan 547 orang dilaporkan telah sembuh.

Roland memastikan, fasilitas yang diberikan adalah yang terbaik.

Bahkan di kamar tempat isolasi disebutnya seperti hotel.

Terdapat fasilitas air mandi hangat dan ruangan luas.

Fasilitas tersebut sengaja disediakan agar pasien tidak stres, justru sebaliknya, merasa tenang dan senang sehingga proses penyembuhan bisa lebih cepat.

“Kamarnya luas, kamar mandi bagus, ada air panas. Saya memberikan gratis agar negara bisa pakai. Biaya ditanggung oleh negara, kami hanya memberikan tempat,” jelasnya.

Sementara David mengaku sudah mengenal Roland begitu dekat.

Keduanya pernah terlibat dalam diskusi antar umat beragama.

David membuktikan bahwa kerukunan umat beragama untuk menolong sesama manusia tidak sekarang sebatas diskusi, melainkan bisa diterapkan secara nyata.

“Sejarahnya, saya bersaudara dengan beliau. Ketika ada diskusi kebangsaan, kami tidak ingin cerita toleransi beragama itu hanya sekadar diskusi. Kami ada motto dari Muhammadiyah untuk bangsa, juga YPPII ada motto dari umat untuk bangsa,” terangnya.

Melalui David pula, RS UMM bisa menyalurkan sejumlah tenaga medisnya yang bertugas sejak Maret 2021.

David mengatakan, dengan didukung tempat yang ideal, tempat isolasi di YPPII sangat bagus bagi proses penyembuhan pasien.

Tanpa memandang latar belakang agama warga yang terinfeksi, perawatan diberikan secara maksimal.

Tujuannya tidak lain agar segera sembuh dan kembali bersama keluarga.

“Agama kita ini siarnya ingin membuat orang bahagia,” terangnya.

Kolaborasi keduanya pun mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Arief Sulistyanto meninjau tempat isolasi di YPPII, Selasa (27/7/2021).

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mendampingi Arief untuk berinteraksi dengan sejumlah warga yang sedang isolasi mandiri secara online.

Rombongan meninjau langsung sarana prasarana yang ada di YPPII Kota Batu.

Komjen Arief menuturkan bahwa kasus positif Covid-19 di Indonesia masih tinggi.

Oleh sebab itu dibutuhkan kerjasama untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Isolasi adalah salah satu cara mencegah penularan. Kita harus terus mengingatkan protokol kesehatan. Jika ada kasus positif, segera melaporkan dan melakukan isolasi,” tuturnya.

Arief menilai, YPII Kota Batu telah memiliki fasilitas, sarana dan prasarana yang memadai dan baik untuk isolasi mandiri.

Ruangannya memiliki ventilasi yang baik, bersih dan nyaman.

“Semoga semuanya bisa segera sembuh dan kembali ke keluarga masing-masing, tapi tetap menerapkan protokol kesehatan,” paparnya.

Dewanti mengatakan, kunjungan Kabaharkam bersama rombongannya telah memberikan semangat baru bagi Pemkot Batu dan masyarakat pada umumnya.

Ia pun meyakini masyarakat Kota Batu bisa lepas dari pandemi jika protokol kesehatan benar-benar diterapkan.

Selain tempat isolasi di YPPII, Pemerintah Kota Batu juga memfasilitasi tempat isolasi di desa atau kelurahan di bawah pengawasan petugas layanan kesehatan Puskesmas.

“Desa dan kelurahan juga punya tempat isolasi untuk yang tidak bergejala. Pemerintah juga memfasilitasi obat dan vitamin bagi yang menjalani isolasi,” kata Dewanti.

Terkait perpanjangan PPKM Level 4, Pemerintah Kota Batu mengimbau masyarakat untuk bisa mengurangi mobilitas yang tidak diperlukan dan selalu menjaga protokol kesehatan.

Mengurangi mobilitas akan berdampak pada pengurangan kasus.

Comment

News Feed