by

Kejiwaan Novel Baswedan Mulai Dipertanyakan Saat Anggap Dewas Kuasa Hukum KPK

-Nasional-4,642 views

TR – Lembaga Studi Anti Korupsi (L-SAK) menilai pernyataan Novel Baswedan yang menilai dewan pengawas (dewas) KPK sebagai kuasa hukum yang membela pimpinan KPK sangat mendiskreditkan dan keliru besar.

“Ungkapan pengandaian tersebut menunjukkan ambisi Novel untuk memaksakan perspektifnya semata dan tanpa penghormatan pada dedikasi dan objektivitas dewas KPK,” ungkap Peneliti L-SAK Ahmad Aron H, hari ini.

Sebagaimana publik juga mengetahui, lanjut dia, Dewas KPK merupakan putra-putri terbaik bangsa Indonesia. Beliau telah mengabdikan diri kepada bangsa ini jauh lebih lama dari mayoritas sebagai bangsa.

“Kita sangat hormat kepada mereka karena mereka menyelesaikan pengabdiannya tanpa cacat, mereka tidak pernah tersangkut perkara pidana, mereka tidak pernah menganiaya tersangka, tidak ada tersangka yang meradang nyawa ditangan mereka, juga tidak ada tersangka yang menghembuskan nyawanya diujung laras pistol mereka,” tuturnya.

Mereka sangat terhormat dan patut mengormati dedikasi mereka karena mereka purna tugas dengan penghormatan atas pengabdian, bukan dipecat oleh instansi mereka, dan saat ini mereka menerima amanah sebagai dewan pengawas KPK.

“Upaya pembusukan DEWAS KPK seperti disampaikan novel baswedan menunjukkan perangai sebenarnya. Apakah sebenarnya yang sedang dibela? Ambisi pribadi atau bukan? Maka jangan berlaku “buruk muka cermin dibelah!”,” ujarnya.

L-SAK berpendapat setiap persoalan harus dilihat secara komprehensif, bukan memaksakan perspektif. Sebab tentu publik juga tidak lupa, novel tidak pantas menilai dewas KPK demikian. Karena dia lah yang punya catatan buruk dipecat dari kepolisian dan diduga terlibat kasus pembunuhan pencuri sarang burung walet di Bengkulu.

“Mari kita melihat perkara dengan jernih dan menghormati proses serta semua pihak. Ungkapan yang menyebut dewas KPK adalah kuasa hukum yang membela klien merupakan ucapan seorang yang Halusinasi karena kurang oksigen, tentunya ini sangat merusak moralitas generasi bangsa,” pungkasnya.

 

Comment

News Feed