by

Sangat Berbahaya Sekali Jika Pelaksanaan Debat Capres Terakhir Mepet dengan Masa Tenang

-Polhukam-495 views

JAKARTA – Pengamat Politik Wempy Hadir sepakat jika pelaksanaan debat terakhir Pilpres 2019 bisa dipercapat sebelum tanggal 13 April 2019. Wempi membeberkan alasannya jika publik tidak memiliki waktu dan jedah untuk melihat kembali janji-janji politik pasangan Capres Cawapres. Untuk diketahui, pada 14-16 April 2019 sudah memasuki masa tenang.

“Justru lebih bagus itu kalau dipercepat debat terakhir jadi tidak pas tanggal 13. Alasannya karena publik punya waktu, jedah untuk lihat kembali untuk apa sih janji-janji politik pasangan capres cawapres,” ungkap Wempi Hadir, Rabu (13/3/2019).

Sehingga, kata Wempi, masyarakat ada ruang waktu untuk bisa memilah dan memilih. Dia melanjutkan bahwa publik memilih capres cawapres karena mereka menganggap bahwa ada akomodasi kepentingan yang di akomodir capres cawapres. Bagaimana mungkin mereka mengetahui bahwa kepentingan mereka diakomodir kalau waktu tidak lama untuk lihat dan kaji seperti apa program dari kedua capres tersebut.

“Sepakat kalau debat dipercepat. Karena kalau tidak realistis, orang kemudian bisa skeptis,” tuturnya.

Lebih lanjut, Wempi pun menilai penting dengan mendorong Komisi II untuk meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk merevisi pelaksanaan debat kelima tersebut. “Ya betul. Karena pertimbangan strategis bukan teknis sehingga publik itu punya waktu yang cukup luas mana yang mereka dukung,” saran dia.

Lebih jauh, Wempi menegaskan bahwa sangat berbahaya sekali jika debat terakhir itu mepet dengan masa tenang. Dia mencontohkan kasus 7 kontainer surat suara dan surat suara yang tercoblos di Sumut. Kata dia, dalam persitiwa tersebut publik tidak mempunyai waktu untuk cukup memahami meskipun itu sudah diklarifikasi bahwa informasi yang berkembang tersebut hoaks.

“Itu sangat berbahaya sekali, ketika publik sudah termakan dan hoaks itu diproduksi meskipun sudah diklarifikasi tapi tetap saja publik tidak punya waktu yang cukup untuk memahami hal itu. Dan seolah-olah itu adalah sebuah kebenaran. Jadi sebaiknya debat terakhir ini dimajukan sehingga ada ruang untuk klarifikasi hal-hal yang perlu di klarifikasi,” pungkasnya.

Comment

News Feed