by

Beda Pilihan Politik, Mahasiswa Lamongan Sepakat Jaga Persatuan

-Nasional-364 views

LAMONGAN – Sejumlah Mahasiswa yang terdiri dari berbagai elemen seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menghadiri kegiatan diskusi publik yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur.

Dalam kegiatan tersebut, mereka membahas bagaimana persoalan perbedaan pandangan politik yang saat ini tengah hangat di masyarakat Indonesia tidak sampai membuat perpecahan terjadi di antara mereka.

Hal ini pun juga diamini oleh Kapolres Lamongan, AKP Yanti Bekti Hartini. Ia menegaskan bahwa perbedaan yang ada di dalam bangsa Indonesia sejatinya adalah landasan mengapa Indonesia bisa bersatu.

“Perbedaan adalah nilai dasar yang sudah dirahmati oleh Allah dan masuk ke dalam Bangsa Indonesia. Perbedaan masuk dalam Suku, Ras dan Agama, betul itu adalah landasan kita berbangsa, kalau kita berbicara perbedaan tetap mengutamakan persatuan dan ini harus kita terapkan dalam individu, baik itu dalam berlingkungan sampai beragama,” kata AKP Yanti dalam diskusi yang digelar di Cafe Delicious Country, Jalan Basuki Rahmat No 69, Lamongan, Jawa Timur, Kamis (24/1/2019).

Maka dari itu, ia pun mengingatkan khususnya di tahun Pemilu seperti saat ini agar perbedaan itu tidak menjadi batu sandungan bagi masyarakat untuk tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan.

“Dalam waktu dekat akan ada pesta demokrasi, jadi kalau hanya dalam pesta demokrasi kita bertengkar karena konflik akan memberikan nilai tidak baik mayarakat Lamongan,” tuturnya.

Masih dalam kesempayan yang sama, perwakilan dari Dandim Lamongan, Lettu Sugeng juga menyampaikan hal yang senada. Bahwa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia berasal dari dasar perbedaan. Dan dalam persatuan itu sudah seharusnya antar masyarakat menjaga toleransinya.

“Kebhinekaan dalam bermasyarakat yang diutamakan adalah saling toleransi. Ada yang sholat pakai kunut dan ada yang tidak pakai, itu sebuah perbedaan, dan kita harus pandai menyikapinya dengan baik,” tutur Lettu Sugeng.

Ia pun berpesan kepada seluruh generasi muda khususnya aktivis Mahasiswa di Lamongan agar tetap menjaga persatuan itu.

“Jadi pesan saya jaga persatuan kita semua dan kedamaian,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PMII Lamongan, Muhammad Hasan Basri menyatakan bahwa sejatinya perbedaan adalah hal yang sangat lumrah. Bahkan ia menyatakan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam sangat memahami itu.

“Islam banyak madzhab, dan ulama banyak perbedaannya, saya dari NU dan kita mengetahui ada bahsul masail, yang dimana ada ruang untuk saling mengetahui satu sama lain. Perbedaan itu adalah hal yang lumrah yang dimana kita mengetahui ada konflik di Desa Godog Lamongan karena perbedaan, tetapi perbedan tersebut tidak ada toleransi satu sama lain,” paparnya.

“Maka dari itu perbedaan harus lahir dari individu kita semua. Jadi perbedaan adalah keniscayaan yang harus kita syukuri satu sama lainnya,” lanjutnya.

Terakhir, Ketua IMM Lamongan, Ulul Albab menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap saling menjaga keharmonisan antar bangsa.

“Saya mengajak semua mahasiswa dari perwakilan Muhammadiyah dan NU untuk kita sama-sama bisa saling menghargai tanpa adanya perpecahan dalam konfilik,” tutupnya.

Kemudian di akhir diskusi tersebut, ditutup dengan pembacaan deklarasi untuk bersama-sama sepakat bahwa perbedaan itu pilihan, tapi persatuan dalam bingkai kebhinekaan adalah yang paling utama.

Berikut adalah naskah Deklarasi mahasiswa menuju indonesia damai dan aman yang dibacakan itu ;

1. Kedamaian, kami berharap masyarakat dan aparat negara berkomitmen menjaga kedamaian Indonesia khususnya di  Kabupaten Lamongan.

2. Persatuan, kami berharap bangsa Indonesia serta masyarakat lamongan yang beragam, tidak terpecah-belah oleh alasan apapun.

3. Ketegasan, kami berharap pemerintah memastikan terlaksananya reformasi hukum, untuk meningkatkan integritas bangsa Indonesia.

Comment

News Feed