by

Langgar SOP, Karyawan TWNC Jadi Korban si Raja Hutan

-Nasional-636 views

Tambling – Seorang karyawan Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), diserang si Raja Hutan Harimau Sumatera lantaran diduga telah melanggar peraturan/SOP.

Pasalnya, pria itu meninggal dunia dengan diserang dibagian tengkuk kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya di kawasan Konservasi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Pesisir Barat Lampung pada hari Senin, 14 Januari 2019.

“Korban sudan diingatkan jangan berjalan sendiri namun tidak peduli,” ungkap Teguh Wardoyo selaku penanggung jawab TWNC didampingi Risgiyanto, staf ahli konservasi TWNC, Kamis (17/1/2019).

Lebih lanjut, Teguh menuturkan, TWNC sudah membuat peraturan yang antara lain melarang melintas pada jam-jam harimau atau satwa liar lainnya aktif hilik mudik di koridor satwa yang dulu selalu ditentang dan diprotes oleh masyarakat. Hasil penyelidikan di area korban diserang, di sekitar lokasi kejadian yang banyak ditemukan jejak harimau seperti cakaran pohon dan cakaran tanah. Hal ini menandakan kawasan ini adalah teritori harimau.

Menurut Risgiyanto, dugaan sementara jika dilihat dari ukuran dan komposisi jejak kaki, harimau penyerang yakni harimau jantan dewasa. Untuk memastikan dugaan, TWNC telah memasang Camera Trap di tiga titik strategis salah satunya di titik ditemukannya korban.

“Jika dilihat dari kondisinya, lokasi ditemukan korban adalah sarang atau tempat beristirahat harimau karena tempatnya bersih dan ada tanda cakaran di pohon (lama dan baru) dan tanda berupa jejak,” terang Risgiyanto sedih.

Teguh menjelaskan juga seluruh TWNC turut berduka cita atas meninggalnya EP (40th) karyawan TWNC yang juga adalah warga dusun Pengekahan, yang menjadi korban penyerangan Harimau Sumatera, diperkirakan terjadi pada hari Senin, 14 Januari 2019. Pada waktu bersamaan, ahli waris keluarga sudah menyatakan ikhlas menerima bahwa ini adalah murni musibah yang terjadi karena korban tidak patuh terhadap SOP yang sudah dikeluarkan.

TWNC membuat aturan bukan untuk mempersulit masyarakat mauoun karyawan, tetapi semata-mata untuk kebaikan dan keselamatan pengguna jalur lintas dari Pekon Tampang Tua ke Pengekahan.

“Kami meminta kepada warga untuk selalu waspada terjadinya konflik susulan. Terutama warga yang tinggal atau memiliki kebun dekat kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan tersebut,” katanya.

Ditegaskan kembali agar tidak keluar di jam-jam aktif harimau atau satwa liar lainnya melintas , tidak diperbolehkan berjalan sendiri serta selalu membunyikan suara-suara berisik. Ini kejadian pertama harimau Sumatera menyerang manusia di TWNC.

“Hal ini sudah diperkirakan sejak dibakarnya pos-pos keamanan di lima lokasi di kawasan TNBBS pada tahun 2014 oleh oknum-oknum dan juga pencurian camera trap beberapa tahun terakhir sehingga mengganggu sistem keamanan dan monitoring satwa-satwa liar,” pungkas Teguh.

Comment

News Feed