by

Satgas Nusantara Polri Serukan Pemuda Tak Jadi Follower di Pemilu 2019

-Nasional-266 views

JAKARTA – Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Nusantara Mabes Polri, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengingatkan kepada seluruh generasi muda Indonesia yang terkenal dengan istilah generasi milenial agar tidak mudah terjebak dengan narasi negatif perpecahan dan hoax di dunia maya.

Apalagi menurutnya, kalangan generasi milenial tersebut sangat mudah mengakses informasi dari perangkat digital yang berkembang saat ini.

“Rentannya para pemilih pemula sangat mudah sekali menkonsumsi berita-berita bohong, hoax, hate speech dan sebagainnya karena keseharian first time voters atau para pemilih pemula sering sekali menggunakan media sosial,” kata Irjen Pol Gatot dalam sebuah disekusi berjudul “Urgensi Partisipasi Pemilih Pemula dalam Menyukseskan Pemilu 2019” di Universitas Jayabaya, Jakarta Timur, Selasa (18/12/2018).

Kemudian ia juga mengajak kepada generasi milenial agar lebih aktif dalam upaya ikut mensukseskan acara kompetisi demokrasi lima tahunan itu. Agar kalangan muda Indonesia tidak hanya menjadi objek politik saja melainkan bisa terlibat menjadi subjek politik.

“Sebagai kaum muda yang diembani tugas agent of change harusnya tidak menjadi pengikut atau follower dalam setiap hal, terutama untuk pemilihan umum yang menyangkut akan hak prerogatif kaum muda untuk memilih wakil rakayatnya,” tutur jenderal polisi bintang dua itu.

Hal senada juga disampaikan oleh Presiden Mahasiswa Universitas Jayabaya, Fahri Salim. Ia mengajak kepada seluruh generasi muda Indonesia tidak pasif dalam menghadapi situasi politik seperti saat ini.

“Penyakit kanker apolitis atau apatis dalam pemilu masih tertanam dalam benih idealisme pemuda sebagai pemilih pemula,” ujar Fahri.

Padahal menurutnya, jika pemuda khususnya para pemilih pemula yang tergolong adalah kalangan milenial justru apolitis saat dihadapkan dalam kontestasi politik seperti saat ini, justru pemuda hanya akan menjadi tumbah politik semata.

“Terciptanya apolitis atau apatis adalah engganya pemuda mendalami atau mempelajari sistem perpolitikan. Dan ini yang membuat pemuda hanya menjadi tumbal dalam arus demokrasi Indonesia,” tuturnya.

Terlebih dikatakan Fahri, sejauh ini nyaris seluruh partai politik di Indonesia membuat ruang tersendiri bagi kalangan muda untuk berkreasi dan berkompetisi. Baginya, kesempatan besar itu harus bisa dimanfaatkan kaum muda Indonesia untuk lebih aktif dalam berpolitik dan mengembangkan potensi diri.

“Dewasa ini pun beberapa partai banyak mencantumkan program kerja yang dominasinya untuk para pemuda, tergambar jelas bahwa pentingnya pemilih pemula disini berperan penting dalam pemilu nanti,” kata Fahri.

“Jadi, mari gunakan hak pilih kita sejujur-jujurnya dan sebebas-bebasnya sesuai hati nurani. Dan ingat, bahwa anda atau kita semua sebagai pemilih pemula adalah penting bagi jalannya demokrasi negara Indonesia ini,” tutupnya.

Comment

News Feed