by

Ratna Sarumpaet & Ahmad Dhani Kena Karma ??

-Polhukam-1,079 views

Jakarta – Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) Willy Prakarsa merasa kasihan dengan tokoh-tokoh #2019GantiPresiden yang merupakan pendukung Prabowo. Pasalnya, satu persatu mereka harus berurusan dengan hukum dan ditetapkan sebagai tersangka.

Sosok pertama itu adalah Ratna Sarumpaet. Dia terseret dalam kasus hoaks dengan memainkan drama penganiayaan. Alhasil, kini memakai rompi orange dan mendekam di jeruji besi.

Berikutnya, kata Willy, Ahmad Dhani ikut-ikutan jejaknya Ratna yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim terkait kasus ujaran kebencian.

“Saya kasihan dengan mereka, akibat ulahnya sendiri jadi ketula. Ya mungkin kena karma kali,” kata Willy, hari ini.

Lebih lanjut, Willy menyarankan agar para tokoh elit khususnya pro Prabowo lebih menjaga sikap dan intropeksi diri. Jangan sampai seperti pribahasa “Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri” yakni bila berbuat sesuatu yang jahat, perkara itu akan terkena kembali kepada kita sendiri.

“Kan gara-gara ulah dan perbuatannya sendiri jadi memalukan nama baik sendiri. Ngaca dulu lah sudah benar apa belum kelakuan kalian. Jangan sebut ini kriminalisasi, bodoh kalau mereka sebut ada kriminalisasi. Kriminalisasi itu kalau gak ada kasus/peristiwanya, terus diada-adain. Tapi kalau ada kasus, ada aturan yang dilanggar, dihukum nah itu namanya penegakan hukum,” beber dia.

Dia pun berpesan kepada korps Bhayangkara agar tidak perlu takut dalam menegakkan kebenaran dan proses hukum. Dia menyakini rakyat Indonesia mendukung upaya penegakan supremasi hukum.

“Seruan kita buat para pemecah belah bangsa dengan sebar hoaks, ujaran kebencian maka Polisi jangan ragu lagi untuk sikat, libas, tangkap dan tahan orang-orang tersebut. Hoaks lebih biadab daripada kejahatan teroris,” tambah dia.

Willy melanjutkan menyebarkan berita bohong dampaknya sangat dahsyat yakni bisa memecah belah persatuan dan kesatuan antar anak bangsa. Bahaya disintegrasi bangsa dan itu merupakan ancaman mengganggu stabilitas keamanan Negara.

“Kasus hoaks, ujaran kebencian jelang Pilpres harus dibasmi sampai tuntas. Ini sudah gawat darurat, maka itu Polisi jangan sampai berhenti di Ratna Sarumpaet dan Ahmad Dhani saja. Polri menegakkan hukum dan melaksanakan UU Polri Nomor 2 tahun 2002 sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat,” tukasnya.

Comment

News Feed