by

ILUNI UI Anti Jokowi Berat Sebelah ! Cuma Boleh Dukung 212

Jakarta – Baru-baru ini, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin mendapat respon negatif dari alumni Universitas Indonesia (UI). Alumni UI menyayangkan sikap Ali dan beberapa orang yang mengatasnamakan Alumni UI ikut mendukung Joko Widodo.

Hal itu beredar dalam video singkat yang dibagikan oleh akun @Panca66 di Twitter baru-baru ini. Dalam video itu, Alumni UI Lintas Generasi menyatakan prihatin atas pengatasnamaan Alumni UI.

“Meminta nama Universitas Indonesia tidak digunakan oleh Ali Mochtar Ngabalin dan kawan-kawan untuk dijual dan tidak untuk memberikan dukungan pada pihak manapun dalam Pilpres 2019,” kata perwakilan Alumni UI Lintas Generasi di video itu.

Mereka juga mendesak Rektor Universitas Indonesia untuk memberikan teguran kepada politikus Partai Golkar itu. Mereka menilai apa yang dilakukan Ngabalin bersifat mengundang perpecahan.

“Menuntut Rektor Universitas Indonesia untuk memberikan teguran keras dan tertulis kepada Ali Mochtar Ngabalin dkk atas penggunaan nama Universitas Indonesia dalam video ‘Lanjutkan, Lawan, Libas’ yang beredar di media sosial, yang bersifat mengadu domba anak bangsa,” ujar mereka.

Selain itu, kata mereka Presiden tidak sepatutnya memprovokasi anak bangsa untuk berpecah belah dengan ucapannya “Relawan harus siap berantem” pada Sabtu 4 Agustus di Sentul International Vonvention Center, Bogor, Jawa Barat dalam acara temu relawan. Karena hal itu melanggar sumpah Presiden yakni menjaga konstitusi dan dasar negara khususnya Sila Ketiga, Persatuan Indonesia.

“Presiden, elit politik dan seluruh komponen bangsa semestinya fokus pada menciptakan kesejahteraan, memperbaiki perekonomian rakyat, dan menciptakan kedamaian ditengah masyarakat yang sudah 4 tahun terkoyak,” katanya.

“Dan mendesak DPR RI membentuk pansus adu domba oleh Presiden, mengingat ucapan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang Presiden sebagai kepala negara,” tandasnya.

Dari fenomena tersebut, Jaringan Muda Muslim Jayakarta (JMMJ) menuding ILUNI UI versi anti Jokowi selalu berat sebelah dalam menanggapi polemik di tanah air saat ini.

“Pernyataan mereka tidak seimbang, kalau urusan 212 mereka nge-pro sekali. Publik sudah tahu lah kalau itu arahnya kemana,” ucap Ketua Umum JMMJ Ahmad L.

Kata dia, hal itu terbukti nampak kehadiran kelompok mereka muncul diberbagai acara reuni akbar 212 dan berbagai acara 212 serta temu acara anti Jokowi.

“Dimata mereka Jokowi dan anak buahnya selalu salah, tapi kalau kelompok anti Jokowi dan 212 mereka pasti anggap selalu benar sehingga wajib didukung,” tandasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed