by

Misteri Terbakarnya Mobil Neno Warisman Terbongkar, Jangan Percaya Opini Sesat !!

Jakarta – Sebuah Daihatsu Xenia baru-baru ini menjadi pembicaraan banyak pihak, menyusul terbakarnya Xenia milik tokoh politik Neno Warisman. Spekulasi tentang penyebab mobil tersebut terbakar lantas menjadi perhatian yang membuat banyak pihak penasaran.

Kepala Bengkel Daihatsu Pangeran Jayakarta Dolf Valentino ikut angkat suara perihal terbakarnya mobil Neno saat tengah parkir dan mesin dimatikan.

Dia pun sependapat dengan hasil penelusuran kepolisian, penyebab terbakarnya mobil karena ada konslet di bagian aki. Kabel positif aki terlepas dan menempel di bodi kendaraan.

“Tidak menutup kemungkinan memang mobil dalam keadaan mesin mati bisa terbakar. Apalagi mobil tersebut sudah mengalami modifikasi di bagian kelistrikan,” kata Dolf, hari ini.

Misalnya, kata dia, modifikasi meliputi pemasangan additional audio, penambahan watt headlamp, dan mini aksesoring yang membuat penataan jalur kabel (wiring) secara sembarang dan meniban wiring original.

“Karena semua beban listrik sudah diukur pabrikan dengan watt yang ada dan kabel yang sesuai,” ujarnya.

“Jika ada penambahan yang tidak direkomendasikan pabrikan dan sembarang saat pemasangannya yang notabene tidak disadari pemilik kendaraan. Hal yang dianggap kecil ini bisa memicu terjadinya panas berlebih dengan beban yang berlebih di wiring original dan membuat isolator wiring original meleleh,” sambung Dolf.

Teknisi Bengkel Kuatkan Bukti Bahwa Ada Konsleting

Misteri ini pun semakin terkuat dan menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda kejahatan pada peristiwa ini.

Teknisi bengkel Djoko Handoko yang ikut serta dalam pemeriksaan Polisi pun blak-blakan soal insiden tersebut saat melakukan cek fisik yang terbakar. Ditemukan breket atau pegangan aki yang lepas dan diduga kuat api berasal dari breket yang jatuh dan memercikan api.

Dari hasil pemeriksaan saya seperti itu (korsleting listrik),” kata Djoko Handoko, Sabtu (21/7). “Braket atau pegangannya lepas, lalu aki jatuh dan menimbulkan percikan api.”

Hasil analisa Djoko Handoko yakni aki jatuh lalu menimpa bagian depan mobil. Seketika api merambat dan menghanguskan bagian depan. Selain hal itu ia tidak menemukan apa-apa lagi.

“Untuk saat ini penyebabnya ya karena korsleting aki,” tambah Djoko Handoko. “Saya belum menemukan penyebab lainnya.”

Petugas Keamanan Perumahan Tegaskan Tak Ada Orang yang Mencurigakan

Petugas kemanan di Griya Tugu Asri, Depok menyangkal adanya orang yang mencurigakan dan sengaja membakar Daihatzu Xenia B 1247 EKC milik Neno Warisman.

Petugas keamaman perumahan Griya Tugu Asri, Haris mengatakan, tidak melihat ada orang yang mencurigakan saat mobil Neno Warisman terbakar pada, Rabu (18/7) malam.

Kata dia, lingkungan sekitar perumahan termasuk aman, khususnya dari pendatang baru atau orang lain yang dianggap mencurigakan, karena setiap tamu penghuni perumahan selalu didata saat melewati pos penjagaan.

“Lingkungan perumahan kami cukup aman dari pedatang. Setiap pendatang baru pasti kami data. Sepekan terakhir pun berdasarkan buku tidak ada orang yang dicugai,” kata Haris mengkonfirmasi, Minggu (22/7).

Haris menceritakan saat dirinya tiba di lokasi, mobil Daihatsu Xenia B 1247 EKC milik Neno Warisman sudah terbakar di bagian depan. Dia pun bersama anak dari Neno Warisman bahu-membahu memadamkan api.

“Saya langsung padamkan apinya saja dibantu anak, pembantu dan tetangga Bu Neno,” tuturnya.

Dari berbagai keterangan yang didapat tersebut, sudah cukup bukti untuk membantah opini yang digiring Ketua Badan Pekerja Alumni dan Mahasiswa UI Bangkit untuk Keadilan Herry Hernawan.

Untuk diketahui, Herry menyebarkan pernyataan menyikapi insiden terbakarnya inisiator #2019GantiPresiden.

*PERNYATAAN SIKAP ALUMNI & MAHASISWA UI BANGKIT UTK KEADILAN*

Sehubungan dengan terjadinya Pelemparan Bom Molotov di Rumah Sdr. Mardani Ali Sera dan Pembakaran Mobil Sdri. Neno Warisman, menjelang saat pendaftaran Calon Presiden dan Wakil Presiden, bersama ini kami menyatakan sikap sbb :

1. Tindak kekerasan tersebut sangat tidak terpuji, yang diduga terkait dengan kegiatan dua orang aktivis #2019GantiPresiden.
2. Hastag *#2019GantiPresiden* adalah Hak Aspirasi Konstitusional, dan penyebarluasannya dalam berbagai cara dan sarana, tidak melanggar Hukum, sebagai upaya meningkatkan kesadaran rakyat dalam menghadapi pesta demokrasi mendatang. Untuk terpilihnya Kepemimpinan Nasional yang kapabel, amanah, jujur serta mementingkan Kepentingan Bangsa dan Negara.
3. Pelemparan bom molotov dan pembakaran mobil, jelas perbuatan teror menakut-nakuti, melanggar hukum, yang mengindikasikan hilangnya akal jernih dan kreativitas, dalam berpolitik secara sehat di Negeri ini.
4. Meminta kepada penegak hukum untuk memproses tindak kekerasan tercela tersebut, secara tuntas dan berkeadilan.
5. Menghimbau kepada masyarakat, utamanya kepada yang sadar politik, untuk tidak terprovokasi. Tetap tenang, termasuk dalam menyampaikan aspirasi konstitusional, dan menjalani kehidupan sehari-hari secara biasa.

Jakarta, 22 Juli 2018,

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed