by

Antisipasi Perpecahan Ummat, IPHI dan DMI Bekasi Tolak Politisasi Masjid

BEKASI – Pasca pelaksanaan pencoblosan dalam tahapan Pilkada Serentak 2018 di sejumlah wilayah, suasana perpolitikan di tingkat nasional maupun lokal masih terasa panas. Oleh karenanya, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Cabang Bekasi Selatan menyelenggarakan acara “Deklarasi Tolak Politisasi Masjid dan Paham Radikalisme” di Masjid Al Furqan, Taman Galaxy, Bekasi Selatan.

Salah satu ustadz yang menyampaikan tausiyah dalam acara tersebut adalah Ustadz Momon Zaenal Arifin. Ia menyampaikan bahwa Masjid sudah sepatutnya menjadi tempat yang harus dijaga kesuciannya bersama-sama oleh seluruh umat Islam. Salah satunya adalah dengan tidak memasuk-paksakan praktik politik praktis hanya demi mendulang suara pemilih saja.

“Masjid ini harus kita jaga kesuciannya dari berbagai kampanye maupun kegiatan politik praktis lainnya, karena masjid ini adalah sarana ibadah dan cara untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sebagai sarana untuk menimbulkan perpecahan,” tutur Ustadz Momon Zaenal Arifin dalam tausiyahnya, Minggu (1/7/2018).

Momentum Pilkada dan Pilpres kerap menaikkan tensi perpolitikan baik di tingkat elit maupun di tengah masyarakat. Banyak pihak yang mulai menghalalkan segala cara demi perebutan kursi kekuasaan, seperti kampanye negatif, hasut, adu domba, dan lain sebagainya. Namun demikian, pengurus Islamic Centre Bekasi tersebut menegaskan bahwa politisasi masjid harus terus diantisipasi sehingga potensi pecah-belah ummat tidak mudah terjadi.

“Meskipun secara umum kondisi sekitar Bekasi relatif aman, namun kegiatan ini sifatnya adalah antisipasi dari adanya pihak-pihak yang ingin memecah belah dan mengadu domba di tengah-tengah kita. Oleh karena itu, mari tolak segala bentuk kegiatan politisasi masjid dan materi radikalisme di masjid untuk menghindari perpecahan umat,” tambahnya.

Pasca Pilgub DKI 2017, mulai banyak bermunculan kegiatan-kegiatan bermuatan politik “berbaju” agama di berbagai daerah yang diadakan di masjid.

“Akhir-akhir ini memang banyak pihak yang ingin menyelenggarakan kegiatan di masjid, bahkan ada yang berkonten kurang baik bagi keutuhan umat, oleh karena itu setiap kegiatan di masjid harus mematuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku,” tegas Ustadz Ahmad Shodiq selaku perwakilan DKM Al Furqan.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah tokoh agama dan pengurus takmir masjid se-kota Bekasi sepakat untuk mendeklarasikan bahwa Masjid Al Furqan dan seluruh pihak yang hadir dalam acara tersebut menolak segala bentuk upaya politisasi masjid dan paham radikalisme. (rel)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed