by

Anak Buahnya Ngamuk Depan Demokrat, Garda Nawacita: Lucu, SBY Doyan Kritik Tapi Ogah Dikritik

Jakarta – Aksi pengusiran dilakukan anak buah SBY terhadap masyarakat yang demo depan Kantor DPP Demokrat mendapat respon pedas dari berbagai kalangan.

Salah satunya Ketua Komite Nasional Garda Nawacita Abdullah Kelrey. Dia menilai tindakan anak buah SBY sangat kejam. Kata dia, ini buktinya kader Partai Demokrat anti demokrasi dan tidak menghormati hak masyarakat.

“Heran, SBY senang di kritik tapi dia sendiri tidak mau di kritik,” tegas Kelrey, hari ini.

Padahal, lanjut dia, SBY sedang hidup di dunia demokrasi. Untuk itu garda nawacita mendukung gerakan tersebut dan meminta kader Partai Demokrat agar belajar menghargai demokrasi dan UU di republik ini.

Sebelumnya Puluhan massa tergabung dalam Aliansi Pemuda Jakarta Menggugat (APJM) berunjuk rasa didepan DPP Demokrat, Selasa (26/06).

Mereka mendesak agar SBY membuktikan ocehan ketidaknetralan tiga instansi yakni TNI, Polri dan BIN dengan jalur konstitusi.

“Kami meminta kepada SBY hentikan drama melankolis SBY, jangan seolah-olah menjadi sosok yang paling terdzolimi,” tegas Korlap aksi Ahmad Dharma.

Sementara itu, aksi yang baru berlangsung lima menit langsung dibubarkan paksa oleh para kader Demokrat dan aksi pun berujung ricuh.

“Ini mana pemberitahuannya. Bubar-bubar, ini siapa yang bayar kamu, ambil-ambil,” teriak salah satu kader Demokrat yang ikut membubarkan massa.

Saat dikonfirmasi Ahmad Dharma, pihaknya mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut. Padahal, kata dia, jelas-jelas aksi yang mereka lakukan sudah ada pemberitahuan aksi unjuk rasa.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Ini bukti SBY anti kritik, dan berbalik arah dengan sikap beliau yang bebas mengkritiknya. Rakyat hanya pingin tahu datanya ketidaknetralan TNI, Polri dan BIN, kenapa malah kita yang dihajar mundur dan suruh bubar,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed