by

Disinyalir Suruhan Sudirman Said Laporkan Ganjar ke KPK, Komnas Pemuda Muslim 212: Berkompetisilah yang Sehat

Jakarta – Komite Nasional (Komnas) Pemuda Muslim 212 mendesak para pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng untuk melaksanakan kompetisi secara sehat, tolak kampanye hitam, fitnah dan cara tidak fair jelang Pilkada Jateng 2018.

“Kami mengingatkan agar para pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng khususnya Sudirman Said dan pendukungnya untuk tidak melakukan kampanye hitam jelang pemungutan suara Pilkada Jateng 2018,” tegas Koordinator aksi Salamuddin Al Falah saat berorasi di Gedung KPK.

“Berkompetisilah yang sehat jangan ada cara-cara kotor tidak Islami dan tidak fair di akhir babak perhelatan akbar di Jateng 2018,” kata dia lagi.

Lebih lanjut, Al Falah menyayangkan pihak yang melakukan berbagai cara negatif untuk meraih kekuasaan. Dia mengingatkan bahwa black campaign diharamkan oleh semua agama.

“Bersikaplah gentle dan fair bertarung di Pilkada Jateng, jangan gunakan cara-cara kotor. Ciptakan iklim yang kondusif agar Pilkada Jatemh berjalan lancar,” tuturnya.

Lebih jauh, Al Falah meminta agar semua pihak bisa menunjukan karakter demokrasi ke-Indonesia-an yang saling menghormati dan penuh kesantunan.

“Alih-alih meminta KPK untuk melaporkan kompetitornya, tapi ujung-ujungnya persaingan politik untuk raih kekuasaan. Sungguh laknat,” jelasnya.

“Ini namanya kampanye hitam terselubung jelang Pilkada. Ada misi terselubung dari pendukung Sudirman Said untuk melaporlan ke KPK. Harusnya cara demikian dihilangkan,” bebernya.

Oleh karenanya, Al Falah yang juga menggelar aksinya didepan KPU itu juga berpesan agar semua kandidat untuk melakukan adu prestasi, ide dan gagasan bukan malah mencari-cari kesalahan dengan kampanye hitam.

“Mari adu prestasi, adu rekam jejak, adu “track record”, adu ide, adu gagasan, adu program. Tunjukkan karakter bangsa Indonesia apalagi ke Jawaan yang ramah, sopan, santun,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet membawa massa ke Gedung KPK, Jakarta, dengan dalih meminta lembaga itu memperjelas status hukum Cagub Jateng, Ganjar Pranowo. Namun, belakangan diketahui massa yang dibawa Ratna ternyata diduga pendukung Sudirman Said-Ida Fauziah (SS-IF), pesaing Ganjar-Yasin.

Datangi KPK, warga Jateng dan Ratna Sarumpaet pertanyakan kasus Ganjar

Dugaan tersebut diketahui dari foto profil Idris di aplikasi Whatsapp miliknya. Dalam foto tersebut, Idris yang ditulis dalam selebaran demo sebagai ‘perwakilan masyarakat’, memakai atribut SS-IF, seperti kaos dan topi, sambil mengangkat sebuah sebuah poster.demo-ganjar-di-kpk-massa-ratna-sarumpaet-diduga-pendukung-sudirman-said

“Mbangun Jateng, Mukti Bareng. Sudirman Said-Ida Fauziah,” demikian tulisan pada poster yang diangkat Idris dalam fotonya.

Dalam selebaran yang dibagikan saat demo, Idris juga mencantumkan nomor HP/WA-nya di nomor 0813-9377-0690. Saat dikonfirmasi, Idris mengakui foto di foto profil nomor WA-nya adalah dirinya. Namun dia kaget ketika dikonfirmasi soal atribut lengkap SS-IF yang dikenakannya dalam foto.

“Tapi kan kita gak pakai atribut waktu demo,” elak Idris saat dihubungi wartawan, Jumat (22/6).

Idris mengatakan, atribut itu dia dapat saat acara buka puasa Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bersama Sudirman Said beberapa waktu lalu. “Saya juga ketemu Sudirman Said,” kata Idris yang mengaku sebagai aktivis KAHMI, sama seperti Sudirman.

Meski memakai atribut lengkap dukungan terhadap SS-IF, Idris mengelak dirinya disebut pendukung pasangan yang didukung Gerindra, PAN, PKS dan PKB tersebut.

“Itu pas kemarin pas acara KAHMI ada bagi-bagi atribut seperti itu. Kalau dikasih siapa saja kita terima,” elaknya.

Seperti diberitakan, dalam demo KPK bersama Ratna Sarumpaet, Idris juga memberikan pernyataan kepada sejumlah media. Dia juga menyebar selebaran bertuliskan pernyataan dengan klaim perwakilan masyarakat Jateng dari 35 Kab/Kota.

“Kalau betul pak Ganjar terlibat korupsilalu kenapa KPK tak menindak beliau? Kenapa beliau masih dibiarkan?” kata Idris kepada wartawan,

Untuk diketahui, status hukum Ganjar Pranowo dalam kasus dugaan korupsi e-KTP di KPK masih sebatas saksi. Ketua KPK Agus Rahardjo berkali-kali menegaskan belum menemukan bukti keterlibatan mantan Wakil Ketua Komisi II DPR tersebut.

“Info mengenai itu (dugaan keterlibatan Ganjar) berkali-kali sudah disampaikan ya, jadi ada yang sampaikan kemudian. Tapi sampai hari ini data pendukung untuk itu masih kami cari. Jadi belum temukan alat bukti yang cukup meyakinkan mengenai itu (untuk ditingkatkan),” kata Agus di Gedung KPK pada 9 Februari 2018.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed