by

JAWABAN UNTUK PARA ULAMA & TOKOH ISLAM YANG MENOLAK POLITIK ISLAM

(Dari saudaramu sebangsa setanah air)

By NUR HIDAYAT ASSEGAF.

(Baca sampai tuntas supaya jangan salah faham)

Saya merasa geli, mendengar dan melihat di TV SWASTA – yang terkenal sangat membenci Islam – ada ulama dan tokoh Islam yang menolak ” POLITIK ISLAM, ISLAM POLITIK. Serta LARANGAN PEMERINTAH UNTUK BERBICARA POLITIK DI MASJID”.

Yang menggelikan, yang berkata adalah ULAMA DAN TOKOH-TOKOH ISLAM. Sangat sulit – bahkan tidak tega – bila mengatakan MEREKA BODOH. APALAGI BILA MENGATAKAN MEREKA PENJUAL AGAMA. LANTAS APA DONG ?

SUNGGUH HAL YANG MENGHERANKAN BILA ADA ORANG YANG MENOLAK POLITIK ISLAM ATAU ISLAM POLITIK.

Itu mungkin berlaku bagi agama-agama lain. Tapi tidak benar bagi Ad Dienul Islam.

Coba kita dengar pendapat beberapa tokoh besar tentang Islam.

” Islam is Indeed much more than a system of theology it is a complete civilization ”

Islam memang lebih dari sekedar suatu sistem teologi ,Ia adalah suatu peradaban yang lengkap.
( HAR Gibb, Whither Islam, 12 )

ISLAM HARUS KAFFAH
[Al Baqoroh (2) ayat 208]

Dalam bab terakhir buku “Falsafah Perjuangan Islam” Karangan Muhammad Isa Anshori, Muhammad Natsir menekankan kesatuan agama dengan negara. Karena,

– Islam bukanlah suatu masalah pribadi
– Negara adalah sarana untuk mengawasi pelaksanaan hukum-hukum ilahi
– Dikotomis dan parsialisasi dunia dengan akhirat, agama dan politik (negara). Mesjid dengan istana, Agama dengan science bukan ajaran islam dan tidak dikenal sama sekali. Seorang yang beriman tidak akan menyatakan “biarkan politik pada politisi. Biarlah Paus Yohanes Paulus menyampaikan pesan-pesannya dan melakukan tugasnya”

Menurut Sa’id Hawwa dalam bukunya Al Islam.

DIENUL ISLAM terdiri dari tiga komponen.

1. Komponen pertama adalah dasar atau asas-asas Al Islam, terdiri dari RUKUN ISLAM : Shalat, Zakat, Puasa dan Haji.
RUKUN IMAN : Aqidah, Syahadatain, Iman kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul dan Hari Akhir, serta Qada dan Qadar baik dan buruk.

2. Komponen kedua adalah Bangunan Islam atau Bina’ul Islam. Terdiri dari idiologie, politik, ekonomi, sosial, kemiliteran, budaya, pendidikan dan akhlak.

3. Komponen yang ketiga : TIANG PENYANGGA. Jihad, Amar ma’ruf nahi mungkar, hukum dan sanksi sanksi nya.

Kalau kita perhatikan ttg arti politik itu sendiri, maka terlalu naif bila ada yg berusaha menolak politik, atau enggan berpolitik. KARENA KETIKA MENGATAKAN, BAHWA KITA TIDAK MAU BERPOLITIK, MAKA ITU SUDAH MERUPAKAN PERNYATAAN POLITIK. Jadi bisakah seorang Tokoh agama (pemeluk agama apapun dia) melepaskan dirinya dari kegiatan politik ?!

*DEFINISI “POLITIK” MENURUT PARA AHLI ILMU POLITIK TERKEMUKA*

Mengacu kepada pelbagai sumber dalam bibliografi ilmu politik, kiranya dapat diekstrak definisi atau pengertian dan makna “politik” dari tiga pakar ilmu politik yg hingga saat ini masih menjadi rujukan utama para ilmuwan dan peneliti yaitu
1. *David E. Apter* dalam *_American Political Science Association_ (APSA)* 1978;
2. *Harold D. Lasswell* dalam masterpiece-nya _Politics: Who Gets What, When, and How_ (1985);
3. *David A. Easton*, juga dalam masterpiece-nya:
*”POLITIK ADALAH HUBUNGAN ATAU INTERAKSI ANTARA INDIVIDU DAN KELOMPOK DAN ATAU ANTARA INDIVIDU DAN INSTITUSI ATAU ANTAR INSTITUSI, YANG MENYENTUH INTI STRUKTUR POLITIK, yang meliputi kekuasaan (power), kewibawaan dan kewenangan (authority), dan ideologi (ideology)”.*

Jadi, perkara apapun yg terkait dengan ketiga hal atau isu di atas, pasti akan memicu eskalasi interaksi antar-elemen di dalam masyarakat, krn hal tsb menyangkut hajat hidup orang banyak.
@mohandesharaky. @budisantoso

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain: politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)

Aroma politik sangat terasa dalam Islam. Simaklah apa yang dikatakan HOS Cokroaminoto “SANG GURU BANGSA”, BAHWA BERBICARA MASALAH TAUHID PADA HAKEKATNYA SEDANG MEMBAHAS MASALAH POLITIK.”

Silahkan simak Firman Allah dalam Al Quran :

Allah wali (pemimpin / ketua / pelindung) orang yang beriman dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan para wali (pemimpin / ketua / pelindung) orang-orang kafir adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan, mereka adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.((Al Baqoroh ayat 257))

DISINI JELAS FIRMAN ALLAH MENEKANKAN, BAHWA ALLAH ADALAH WALI BAGI ORANG BERIMAN, YANG MENGELUARKAN MANUSIA DARI KEGELAPAN / KEJAHATAN / KEZOLIMAN MENUJU CAHAYA / KEBENARAN.

ORANG KAFIR PEMIMPINNYA ADALAH THOGHUT (SYETAN) YANG MENGELUARKAN MANUSIA DARI CAHAYA / KEBENARAN MENUJU KEGELAPAN./ KEJAHATAN / KEZOLIMAN.

BAGAIMANA JIKA MANUSIA YANG MENGAKU BERIMAN MENGANGKAT ORANG KAFIR SEBAGAI PEMIMPIN ?

MUNAFIK !!!

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih.
yaitu orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang Mukmin. Apakah mereka mencari kemulyaan / kekuatan di sisi orang kafir itu ? Ketahuilah bahwa semua kemulyaan / kekuatan itu milik Allah.((An Nisa ayat 138 – 140))

JANGANKAN MENGANGKAT ORANG KAFIR SEBAGAI PEMIMPIN. HARAM HUKUMNYA SEKALIPUN HANYA DUDUK BERDAMPINGAN DENGAN ORANG YANG MEMPEROLOK- OLOKAN AL QURAN / Al ISLAM.

” Dan sungguh Allah telah menurunkan ketentuan bagimu di dalam Kitab Al Quran, bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok oleh orang-orang kafir maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena kalau tetap duduk dengan mereka tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka jahanam. ((An Nisa ayat 140))

MASALAH KEWAJIBAN MENGANGKAT ORANG ORANG BERIMAN SEBAGAI PEMIMPIN ADALAH MASALAH AQIDAH.

SETIDAKNYA TERDAPAT 70 AYAT YANG MENGHARAMKAN MENGANGKAT ORANG KAFIR SEBAGAI PEMIMPIN. Bandingkan dengan jumlah ayat memerintah Sholat, Puasa, Zakat atau Haji.

Jadi amat sangat membingungkan bila umat Islam dilarang membahas masalah politik menurut Al Quran.

LANTAS UNTUK BERBICARA AQIDAH ISLAM MASA TIDAK BOLEH DIBAHAS DI MASJID ?! DIBAHAS LAPOK TUAK GITU ???

Please deh ah…..
Allahu ‘alam bishshawwab.

Wa alaikumussalam warahmatuLlahi wabarakaatuh.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed