by

Kampanye Pasangan Asyik Langgar Aturan

-Polhukam-658 views

Jakarta – Direktur eksekutif The Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai materi kampanye pasangan Sudrajat dan Syaikhu (Asyik) dengan membawa narasi 2019 Ganti Presiden merupakan cara yang sangat konyol.

“Calon kepala daerah yang menggunakan hashtag #2019GantiPresiden sebagai kampanye pilkada, menurut saya itu langkah yang konyol,” kata Karyono Wibowo kepada wartawan, Rabu (13/6/2018).

Menurut Karyono, sebaiknya siapapun pasangan calon kepala daerah termasuk pasangan Asyik agar lebih menonjolkan program kerja yang relevan dan terukur kepada masyarakat untuk mengentaskan masalah yang ada, bukan malah mengedepankan background Prabowo hanya untuk jualan suara saja.

“Karena bagi masyarakat akan melihat itu terlalu berlebihan, karena mestinya itu pilkada, maka kampanye nya, isu-isu kampanyenya mestinya yang menyangkut soal kepentingan daerah begitu ya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Karyono memandang pasangan Sudrajat dan Syaikhu hanya latah dalam berpolitik. Ia hanya menggunakan narasi sempit untuk merebut kekuasaan semata. Ia pun menilai masyarakat akan bisa melihat sendiri kualitas pasangan yang melakukan kampanye dengan cara-cara semacam itu.

“Jadi terlalu latah lah langkah tersebut. Ide (kampanye) tersebut terlalu latah menurut saya. Publik akan melihat,” tuturnya.

Narasi 2019GantiPresiden di Kampanye Pilkada Terlarang

Menurut Ketua KPU Arief Budiman, penggunaan kampanye dengan hashtag #2019GantiPresiden masuk materi kampanye sudah diatur di dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang Kampanye. 

“Kalau kegiatan itu masuk dalam kategori kampanye, maka sudah diatur (di dalam PKPU Kampanye). Maka tugas pertama kita adalah mendefinisikan apakah kegiatan itu masuk dalam kegiatan kampanye atau tidak. Kalau masuk kategori kampanye, maka jelas dilarang. Kalau tidak masuk, maka belum diatur PKPU,” tutur Arief, Jakarta, Senin (9/4).

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kemendagri Suhajar Diantoro menilai kemunculan gerakan #2019GantiPresiden secara etika tidak diperbolehkan jika bertujuan untuk kampanye. 

“Kalau yang tadi itu (#2019GantiPresiden) dimaksudkan buat kampanye ya tidak boleh. Itu secara etika tidak boleh,” sebutnya. (rel)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed