Ratusan Pekerja Desak Hary Tanoe Bantu Kembalikan Duit PT PRI yang Belum Diselesaikan PT PMC

Jakarta – Ratusan massa tergabung dalan Serikat Pekerja PT Partner Recource Indonesia (PRI) menggelar aksi longmarch dari Patung Kuda Indosat menuju Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Mereka meminta kepada PT Putra Muba Coal (PMC) yang merupakan salah satu anak perusahaan dari MNC Group mengembalikan duit milik perusahaan mereka bekerja atas hasil kerja senilai Rp. 60 M.

“Kami minta anak perusahaan MNC Group kembalikan duit PRI senilai 60 M. Agar kami bisa bekerja kembali,” tegas Koordinator aksi Anggelino M. Da Dilva.

Dia menjelaskan pihaknya saat ini sedang memperjuangakn hak-haknya, berupa gaji, honor dan hak-hak lainnya yang sampai saat ini belum dipenuhi oleh PT. PRI. Lantaran rekan bisnisnya yakni PT. PMC salah satu anak perusahan MNC Group itu belum mengembalikan uang kurang lebih Rp.60 miliar milik perusahaan tambang Batubara di Musi Banyuasin Palembang, Sumatera Selatan tempat mereka bekerja.

Hal tersebut berakibat tidak dibayarnya hak-hak 800 orang pekerja tambang selama kurang lebih setahun.

“Hari ini kami karyawan PRI turun kejalan berdemo menuntuk hak-hak kami. Apalagi sebagian besar teman-teman kami sebentar lagi akan merayakan lebaran Idul Fitri,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia meminta kepada pemilik MNC Group Hary Tanoe Soedibjo (HT) untuk membantu menyelesaikan seluruh uang milik PT. PRI yang belum diselesaikan oleh PT. PMC.

“Pak Hary Tanoe tolong bantu selesaikan duit yang menjadi hak PT. PRI dan hak-hak seluruh karyawan PT PRI yang sampai sekarang belum diselesaikan,” kata dia lagi.

“Kami hanya masyarakat kecil hanya butuh makan, butuh pekerjaan, jadi PT. PMC kembalikan hak-hak kami dan hak-hak PT. PRI,” ucapnya.

Dia mengingatkan agar HT bisa terbuka hati nuraninya melihat para karyawan yang sedang terdzolimi dan mencari keadilan untuk memperoleh kembali hak-haknya demi mendapatkan lapangan pekerjaan kembali.

Selain itu, pihaknya memohon kepada Presiden Jokowi dan para pembantunya diantaranya Menteri Tenaga Kerja, Menteri ESDM untuk ikut bersimpati memberikan solusi atas masalah yang mereka hadapi saat ini.

“Pak Jokowi yang kami cintai, dan instansi pemerintah terkait kami mohon bantuannya untuk mencari keadilan dan mendapatkan “kembalian hak”,” tuturnya.

“Besar harapan kami agar tuntutan para karyawan ini bisa diperhatikan, mengingat juga nasib anak dan istri kami yang menjadi tanggungan kami agar jangan sampai telantar dan sengsara hidup mereka,” sebutnya.

Lebih jauh, Anggelino mengancam pihaknya akan melakukan aksi kepung Gedung MNC Group jika tuntutan yang mereka sampaikan tidak direspon oleh PT. PMC.

“Kami akan kepung Gedung MNC Group sampai hak-hak kami dipenuhi,” pungkasnya.