Kutuk Aksi Teroris ! HMI Pustara: Keamanan sebagai Lokomotif Harmonisasi di Tengah Rakyat

Jakarta – Serangkaian Aksi teror yang terjadi di Surabaya telah memakan banyak korban jiwa. Pasalnya, ada tiga ledakan bom secara beruntun, diantaranya ialah di Gereja Katolik Santa Maria di Ngagel, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018), sekitar pukul 07.00 WIB.

HMI Cabang Jakarta Pusat Dan Utara mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia dan BIN agar lebih melakukan pengawasan ekstra terkait fenomena yang terjadi saat ini.

“Jangan sampai memakan banyak lagi korban jiwa akibat aksi bom bunuh diri,” tegas Ketum HMI Cabang Pustara Adim Rajak, hari ini.

Menurutnya, aksi seperti ini diluar dugaan ketika menghadapi tahun Pemilu di 2019 seperti ini. Kata dia, segala aspek keamanan harus di perkuat dengan masif dalam menyikapi berbagai persoalan kemanan dan pertahanan di NKRI saat ini.

“Kami turut menyampaikan belasungkawa yang sangat dalam kepada seluruh korban Bom bunuh diri Surabaya, semoga para korban mendapat tempat yang layak di Sisi Nya,” ucapnya.

Menurutnya, kejadian seperti ini harus dicegah dan di evaluasi sedini mungkin. Presiden harus segera mengambil sikap tegas sehingga kejadian seperti ini khusunya Keamanan Nasional tidak meresahkan rakyat seperti Bom dan masalah-masalah lainya yang terjadi akhir-akhir ini.

“Sekali lagi kami pertegas kepada Bapak Presiden RI segera mengambil sikap tegas dan masif terhadap Keamanan Negara secepatnya,” sebutnya.

“Yang pada akhirnya tidak memandang sisi keamanan Negara sebagai dasar dan perangkat,
Lokomotif Strategis dan Roh ditengah Geostrategi keamanan dan perdamaian serta harmonisasi untuk kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.