Lecehkan Ustadz Bachtiar Nasir, Waketum FPI Murka Jadikan Aksi Bela Palestina sebagai Panggung Politik

Jakarta – Wakil Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ja’far Shodik menyebut-nyebut gerakan 2019 Ganti Presiden di depan ratusan ribu massa aksi 115 Pembebasan Baitul Maqdis.

Hal itu dia sampaikan lewat pantun di dalam pidatonya di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (11/5).

“Ibu-ibu pake konde, ikan sarden ada cacingnya. Maka jangan ngomong dua periode, 2019 ganti presidennya,” kata Ja’far.

Kata-kata Ja’far tersebut disambut pekikan takbir ratusan ribu peserta Aksi Pembebasan Baitul Maqdis.

“Allahuakbar, Allahuakbar,” pekik peserta aksi sambil mengepalkan tangannya ke langit.

Seruan pentolan FPI itu nampaknya tidak mengindahkan imbauan Ketua GNPF Ulama Bachtiar Nasir yang sudah menyerukan kepada peserta aksi 115 untuk tidak membawa-bawa kepentingan politik dalam aksi Pembebasan Baitul Maqdis.

Ia meminta kepada peserta aksi hanya membawa bendera Palestina dan bendera Indonesia pada aksi yang dilaksanakan di depan kedutaan besar Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (11/5).

“Saudara-saudara tidak boleh ada kepentingan politik praktis sesaat, siap?,” Kata Bachtiar seusai salat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Aksi 115 ini digelar utuk mengecam klaim Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Klaim ini diakui oleh Amerika Serikat yang kemudian memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari semula di Tel Aviv ke Yerusalem.

Karena itu salah satu agenda besar aksi 115 adalah menggelar orasi di depan Kedubes AS yang tak jauh dari kawasan Monas.

Namun Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Aziz mengatakan massa urung ke Kedubes AS dan hanya berorasi di Monas.