by

Pelurusan Sejarah, Amien Rais Bapak Reformasi ??

Jakarta – Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) mengajak seluruh elemen bangsa untuk berkomitmen menjaga keutuhan negara berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Selain itu, kata Ketua Presidium JARI 98 Willy Prakarsa, pihaknya juga memiliki semangat dan komitmen mencerdaskan bangsa serta memecahkan kedunguan politik yang terjadi saat ini.

“Kita pastikan Jari 98 akan tetap berkomitmen untuk menegakkan nilai-nilai Pancasila bekerja sama dengan segenap komponen bangsa.Dan selalu berkontribusi buat rakyat Indonesia,” tegas Willy, hari ini.

Memasuki bulan Mei yang kerap disebut sebagai bulan perlawanan ini, Willy mengaku teringat dengan Tragedi Mei 1998 yang hingga kini masih terus dijadikan misteri. Tidak pernah ada pertanggungjawaban yang nyata dan tegas terhadap para korban kerusuhan. Negara jelas-jelas menelantarkan rakyatnya.

“Kerusuhan Mei menjadi luka yang tidak pernah benar-benar diobati dan sembuh. Sekali lagi menolak lupa,” kata Willy.

Lebih lanjut, aktivis 98 itu mencurigai adanya beberapa pihak yang ingin menumpang nama dan memanfaatkan aksi mahasiswa dan rakyat dalam menggulingkan rezim Presiden Soeharto pada 1998 kala itu. Salah satu yang menjadi sorotan adalah politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Pasalnya, Amien Rais diklaim sebagai bapak reformasi.

Maka itu, untuk mengupas dan meluruskan sejarah yang ada, pihaknya bersama komunitas Cikini mengajak seluruh aktivis pergerakan khususnya aktivis 98, mahasiswa, masyarakat maupun insan pers untuk berdiskusi bersama terkait fenomena hari ini. Rencananya, diskusi yang bertajuk “Peringati Lengsernya Soeharto, Amien Rais, Bapak Reformasi ?? akan digelar di UP2Yu – Resto and Cafe Area Ibis Budget Hotel Cikini pada Senin, 7 Mei 2018.

Adapun narasumber yang sudah berpartisipasi untuk hadir diantaranya adalah sebagai berikut Sri Bintang (Dosen UI/Aktivis Senior), Boni Hargens (Pengamat Politik), Wahab Talaohu (Aktivis 98), Faizal Assegaf (Aktivis 98), Kapitan Kelibay (Peneliti dari Indonesian Public Institute/IPI).

“Sejarah 98 harus diluruskan bersama,” tukasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed