by

Mahasiswa Minta Gubernur dan Kapolda Metro Sterilkan Politik Praktis di CFD

-Olahraga-167 views

JAKARTA – Ratusan Mahasiswa yang mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nasionalis hari ini menggelar aksi unjukrasa di depan Balaikota DKI Jakarta. Dalam aksinya, mereka menyoal penyalahgunaan Car Free Day (CFD) di Jakarta.

Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nasionalis, Tukul Widiyatmo menilai bahwa sekelompok elite dan simpatisan politik sebulan terakhir ini sudah sangat salah kaprah, dimana agenda masyarakat seperti Car Free Day (CFD) di Jakarta dijadiian ajang politik praktis.

Salah satunya adalah dengan maraknya kampanye tagar #2019GantiPresiden maupun tagar kelompok masyarakat pro Jokowi. Konflik politik kedua kubu ini semakin heboh di acara hari bebas kendaraan bermotor (HBKB).

“Dalam Pergub Nomor 12 Tahun 2016 tentang pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor. Di dalam pasal 7 ayat 1 pergub no 12 tahun 2016 disebutkan bahwa sepanjang jalur HBKB hanya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang bertema lingkungan hidup, olahraga, seni dan budaya,” kata Tukul dalam keterangannya kepada wartawan hari ini di Jakarta, Jumat (4/5/2018).

“Selanjutnya di pasal 2 disebut bahwa HBKB tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan partai politik dan SARA serta orasi ajakan yang bersifat menghasut. Pasal inilah yang menjadikan larangan adanya kegiatan politik praktis di arena CFD,” tambahnya.

Namun karena maraknya dua kelompok pro dan kontra tersebut di arena kegiatan CFD dengan membawa agenda politik praktis tersebut, Tukul bersama dengan elemennya yakni BEM Nasionalis menyatakan mengutuk keras dan meminta pemerintah dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta dan Kepolisian untuk mengambil sikap tegas.

“Mendesak Pemda DKI Jakarta untuk benar-benar memperhatikan kondisi yang terjadi di dalam pelaksanaan Car Free Day, yang telah disalahgunakan oleh kelompok yang membawa kepentingan politik di dalam pelaksanaan CFD,” tegasnya.

“Serta meminta kepada para penegak Hukum yakni Polda Metro Jaya untuk menindaklanjuti pelanggaran dalam pasal 7 ayat 1 dan pasal 2 dalam Pergub No 12 Tahun 2016,” imbuhnya.

Dalam aksinya tersebut, Mahasiswa juga membentangkan tiga buah spanduk bertuliskan; “Stop Politisasi Car Free Day”, “Tegakkan Pergub No 12 Tahun 2016”, dan “Woi CFD Ngapa Jangan Politik Bae”.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed